Grab Akan Investasi Rp3 triliun Kepada Startup Indonesia
Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis online Grab akan berinvestasi atau memberikan pembiayaan kepada tiga hingga lima startup Indonesia. Dana yang disiapkan, mencapai Rp 3 triliun atau US$ 250 juta. Investasi ini, merupakan program Grab Ventures Velociy yang sedang digaungkan Grab dan akan berjalan hingga tahun 2020 mendatang.
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan startup yang diinginkan Grab adalah startup yang berkaitan dengan ekosistem Grab.
“Kami cari yang paling menjanjikan (bisnisnya),” ujar Ridzki Kramadibrata di Jakarta, belum lama ini.
Ridzki menjelaskan, untuk mencari startup tersebut, Grab akan bentuk tim untuk menyeleksi startup yang sesuai dengan kriteria. Seleksi akan berlangsung selama 16 pekan. Untuk startup yang merasa memiliki kriteria yang ditentukan Grab, dapat mendaftar pada tanggal 10 September 2018, melalui venture.grab.com. Startup yang dicari di antaranya di bidang mobilitas, makanan, logistik, financial technology (fintech), dan online to offline (O2O).
“Sudah ada 200 lebih yang berminat,” ujar Ridzki.
Untuk mensukseskan program ini, Grab mengajak Amazon Web Services (AWS). AWS dinilai dapat memberikan manfaat lewat paket AWS Activate Portfolio Plus dan technical mentoring terkait keamanan platform, pengembangan bisnis, dan best practices. Lalu, MDI Ventures turut dilibatkan untuk memberikan keahlian lokal.
Selain itu, Grab menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sebab, kedua instansi ini memiliki program serupa yakni Go Digital 2020 dan Go Startup Indonesia
. “Pendekatan kami sangat lokal, karena itu kunci kami bisa jadi pilihan masyarakat Indonesia,” kata dia.
Grab Ventures merupakan modal ventura milik Grab yang didirikan sejak Juni 2018 lalu. Grab Ventures akan berfokus untuk mengembangkan startup teknologi.
Secara umum, Grab Ventures Velocity merupakan tahap ketiga dari Master plan 2020 Grab 4 Indonesia yang diluncurkan pada Februari 2017. Untuk penyelenggaraan tahap pertama dan kedua, Grab berinvestasi senilai US$ 700 juta atau Rp 10 triliun. Maka secara keseluruhan, Grab menggelontorkan Rp 13 triliun untuk mendorong masyarakat Indonesia beralih ke bisnis digital.
