Gubernur Anies Sebut Meluapnya Kali Krukut Penyebab Banjir di Kemang

0
202102202058-main

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut meluapnya Kali  Krukut menjadi penyebab genangan air di sisi Jalan Sudirman hingga ke Jalan Kemang, Jalan Widya Chandra, serta Jalan Tendean. Hal tersebut disampaikan Anies saat meninjau genangan di kawasan Jalan Sudirman dekat Pintu Air Sudirman Atmaja, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/2/2021) sore.

Tiba di lokasi, Anies  disambut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo yang  juga ikut memantau jajarannya melakukan  rekayasa lalu lintas agar pengendara dapat melintas dengan aman.

 Lanjut Anies,  hujan lokal dari Kawasan Depok, Jawa Barat belakangan ini, membuat debit air Kali Krukut bertambah hingga akhirnya meluap. Dengan kondisi itu, maka Kawasan Jalan Sudirman maupun bukan karena hujan local melainkan hujan di Kawasan hulu yang intensitasnya cukup lebat.

“Jadi curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut yang melintang melintasi Jalan Jendral Sudirman. Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm/hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Anies, Kali Krukut akan aman jika hujannya berasal dari Bogor, namun jika hujannya turun di kawasan Depok, Kali Krukut berpotensi meluap itu melihat curah hujannya.

“Biasanya kalau hujannya di pegunungan (Daerah Bogor) airnya akan lewat Kali Ciliwung, tapi kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah (sekitar Depok) maka lewat ke sungai aliran tengah, yakni kali Krukut ini,” imbuhnya.

Anies memastikan, jajaran Pemprov DKI Jakarta kini sedang mengupayakan untuk menormalkan Kali Krukut. Untuk menormalkannya, dilakukan pembersihan sampah di aliran sungai dan juga mengoptimalkan pompa mobile di kawasan Sudirman maupun di Kemang yang menjadi aliran kali Krukut untuk selanjutnya dialirkan ke Banjir Kanal Barat (BKB). Meskipun harus menunggu karena BKB masih menampung kiriman air dari daerah hulu.

 “Sesudah ini air akan mengalir ke Banjir Kanal Barat. Banjir Kanal Barat permukaan airnya masih tinggi. Karena air dari Sungai Ciliwung masih mengalir masuk ke kota. Jadi saat ini memang Jakarta sore ini, masih menerima aliran dari kawasan Selatan . Itu Depok maupun puncak. Kalau itu sudah reda InsyaAllah lebih terkendali,” terangnya.

 Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo mengimbau pengendara dan warga untuk tidak khawatir melintasi Jalan Sudirman, karena yang terdampak genangan hanya sedikit di sisi badan jalan, sehingga ketinggiannya hanya berkisar 20-30 cm yang aman dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

 “Sebetulnya masyarakat tidak perlu khawatir untuk melintasi karena sebetulnya ketinggian air di jalanan hanya sekitar 20-30 cm dan itu bisa dilintasi. Makanya kami tempatkan anggota bersama teman-teman dari Dishub DKI Jakarta untuk berada di tengah, untuk meyakinkan kepada para pengemudi bahwa jalan tersebut masih bisa dilewati,” tandasnya.

Usai meninjau genangan di kawasan Jalan Sudirman, Anies melanjutkan peninjauan ke kawasan Kemang, guna melihat proses penyedotan air dengan pompa mobile di aliran Kali Krukut yang menjadi penyebab genangan di Kemang dan beberapa titik lainnya di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *