Gubernur dan BPD PHRI Sulsel Bahas Pengembangan Pariwisata dan Perhotelan
Badan Pimpinan Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) audiensi dengan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah (NA) Kamis (27/9). Dalam pertemuan ini membahas industri parawisata dan perhotelan di Sulsel.
Rombongan ini dipimpin Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga di dampingi beberapa pengurus. Selain memberikan selamat kepada Nurdin Abdullah sebagai orang nomor satu Sulsel, Saran dan masukan diberikan oleh PHRI kepada gubernur.
“Poin kita selain ucapan selamat kepada beliau, mencoba penguatan agar Sulsel menjadi destinasi wisata,” kata Anggiat Sinaga.
Selama ini, disebutkan oleh Anggiat Sulsel identik dengan MICE “Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition” namun ini rentang mengalami penurunan, jika terjadi pengurangan anggaran misalnya dari intansi pemerintahan.
Hal lain adalah jumlah kunjungan untuk destinasi pariwisata jumlahnya tidak signifikan, berbeda dengan Bali, Yogyakarta dan Lombok.
Bebernya, saat menjadi bupati di Bantaeng Nurdin Abdullah mampu mengubah wajah Bantaeng kemudian menjadi destinasi wisata.
“Kalau Bantaeng bisa sukses di sulap, ayo dong seluruh kabupaten kota juga, bisa melakukan hal yang sama supaya memperkuat spirit, Sulsel menjadi destinasi wisata,” ujarnya.
Anggiat menyebutkan, Sulsel dapat mencontoh keberhasilan Sulawesi Utara, dimana jumlah kedatangan wisatawan dari China terus meningkat. Data BPS dari wisman asal Cina yang datang ke Sulut pada Mei 2018 sebanyak 8.324 orang. Itu merupakan 88,51 persen dari total wisman yang berkunjung ke wilayah itu. Ini disebabkan adanya penerbangan sewa dari Tiongkok menuju Manado sejak dua tahun terakhir ini.
Dengan jaringan yang dimiliki NA dengan Jepang, Anggiat berharap hal ini juga bisa dilakukan di Sulsel.
“Saat inikan Manado sukses wisatawan Chinanya dengan carter flightnya. Kita dorong beliau, itukan sangat solid juga dengan Jepang, kenapa ngak digagas juga untuk melakukan hal yang sama,” harapnya.
Anggiat menuturkan, banyak resource yang dimiliki Sulsel yang bisa menarik Wisman Jepang. Mulai dari lapangan golf, sea food, termasuk situs sejarah peninggalan Jepang.
Dari pertemuan tersebut, Anggiat membeberkan bahwa Nurdin Abdullah juga memiliki banyak ide.
“Dipikiran beliau juga sudah banyak ide. Bahkan pulau-pulau juga mau ditata,” kata Anggiat yang juga GM Hotel Claro Makassar.
