Gubernur Erzaldi Ajak Swasta Bangun Pariwisata Babel
PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meresmikan Sahid Bangka Hotel di Grand Parai Ballroom Sahid Bangka, Senin (26/11) kemarin.
Dalam sambutannya,Gubernur Erzaldi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Sahid Grup yang telah berinvestasi di Provinsi Babel dan berharap kehadiran Sahid Bangka Hotel ini dapat menjadi mitra dalam membangun pariwisata di Babel.
” Beberapa tahun belakangan ini, Babel sudah mulai gencar untuk mempromosikan Pariwisata. dengan membuat suatu kebijakan untuk mengundang para tamu baik dari lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Babel,” ucapnya.
Ia mengatakan, sudah ada 12 event internasional yang sudah terdaftar di Kementerian Pariwisata yang akan diselenggarakan di Babel yakni, event Paduan Suara dari 17 Negara Asia Pasifik. Jadi ada 13 event internasional yang akan diadakan di Negeri Serumpun Sebalai.
“Kita hitung-hitung saja, misalkan ada 187 grup, kalau masing-masing grup rata-rata itu paling kecil 20 orang ditambah official anggaplah 30 orang, berarti kurang lebih ada sekitar 3.000 sampai 4.000 orang yang sekaligus datang ke Babel,” jelasnya.
Ia menambahkan, Event ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan ada campur tangan dari pihak swasta yang terlibat langsung dalam event-event internasional.
“Insya Allah dalam waktu dekat, pelaku pariwisata baik pihak travel, hotel, termasuk airlines dan lain sebagainya itu akan dilibatkan secara langsung di dalam event-event yang akan diadakan di Babel,” kata Erzaldi.
Salah satu upaya, agar pertumbuhan ekonomi Babel ini tumbuh di atas rata-rata nasional. Pemerintah melakukan berbagai macam terobosan untuk menarik minat investor dan wisatawan. Diantaranya, dengan memperjuangkan KEK pariwisata. Dimana terdapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah yang ada di wilayah KEK Pariwisata tersebut.
“Doakan saja, Desember nanti akan disepakati antara pengelola KEK dengan PT Timah. Kita juga tidak bisa sembarangan menghapus IUP PT Timah ini, karena sudah ada dan belum berakhir serta merupakan aset negara yang sudah terdaftar di Kementerian Keuangan,” pungkasnya.
Penulis: Sutha