Gubernur Jatim Tinjau Realisasi Penggunaan Dana Desa Di Kabupaten Madiun

0
1583240825Gubernur Khofifah menyapa masyarakat di Kabupaten Madiun saat meninjau Realisasi Penggunaan Dana Desa di Kab. Madiun (1)

Untuk itu, guna mengawal pencairan dan pengelolaan dana desa di Kabupaten Madiun, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses realisasi penggunaan dana desa di dua desa sekaligus di Kabupaten Madiun.

Desa pertama yang ditinjau yaitu Desa Sidomulyo. Desa ini mendapatkan total dana desa senilai Rp 754 juta. Di pencairan tahap pertama, pembangunan fisik dilakukan untuk membangun kios desa dengan total anggaran Rp 272 juta melalui sistem padat karya tunai atau cash for work.

Pembangunan dilakukan dengan pembongkaran kios lama dan pengerjaan kios baru dan melibatkan sebanyak 90 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat desa.

“Dari total anggaran dana desa Jawa Timur senilai Rp 7,654 trlliun, di tahap satu sudah cair sekitar Rp 3 trlliun, kita ingin memastikan bahwa penggunaannya tahap pertama adalah untuk padat karya tunai atau cash for work,” kata Khofifah.

Pasalnya dengan cash for work, maka penghasilan masyarakat di pedesaan akan meningkat. Dengan begitu adanya dana desa ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Tak hanya di Desa Sidomulyo, penggunaan dana desa untuk cash for work juga dilakukan di Desa Pule. Desa kedua yang ditinjau oleh Khofifah ini juga mengerahkan masyarakatnya untuk mengerjakan proyek infrastruktur desanya. Tepatnya untuk pengerjaan perluasan area wisata kampung ceria Taman Pule.

Total ada sebanyak 99 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar yang dipekerjakan untuk mengurug atau meratakan tanah di kawasan wisata desa tersebut.

“Ketika saya mendengar bahwa kabupaten Madiun satu-satunya di Indonesia yang sudah bisa menyelesaikan proses pencairan dana desa tahap satu seratus persen, saya segera meminta bupati untuk menjelaskan rahasianya dan dishare saat rakor yang jiga dihadiri oleh Menteri Desa PDTT,” kata Khofifah.

Sebab apa yang dilakukan Kabupaten Madiun ini sejalan dengan arahan yang sering ditekankan oleh Presiden RI Joko Widodo. Yaitu agar setiap daerah melakukan percepatan pencairan dana desanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tingkat desa.

Terlebih saat ini ada trade war dan juga merebaknya virus corona, yang tentunya berdampak pada ekonomi, perdagangan, industri dan pariwisata. Oleh sebab itu agar ekonomi di desa tidak menurun, dana desa didorong percepatan pencairannya dengan prioritas cash for work, agar daya beli masyatkat desa tak menurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *