Gubernur Pramono Pastikan Pemerintah DKI Tanggung Penuh Biaya Perawatan Korban Ledakan SMAN 72

0
siaranpers_pemprov_dki-20251107183732_xxpsyz_436

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang (7/11/2025). Peristiwa tragis itu terjadi saat kegiatan salat Jumat tengah berlangsung dan menyebabkan puluhan siswa serta warga sekolah mengalami luka-luka.

Usai mendengar laporan, Gubernur Pramono segera turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan menyeluruh. Didampingi oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Pramono juga meninjau kondisi para korban yang tengah dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Hari ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berduka atas kejadian di SMA 72. Pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya perawatan para korban di rumah sakit. Semua kebutuhan medis dan pemulihan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI,” tegas Gubernur Pramono saat memberikan keterangan di lokasi.

Sebagai langkah cepat, Gubernur Pramono langsung menginstruksikan sejumlah pejabat terkait untuk memberikan penanganan maksimal, baik dari sisi medis, psikologis, maupun kebutuhan sosial korban. Ia menegaskan bahwa Pemerintah DKI hadir sepenuhnya untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak.

“Tadi ada Ibu Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Kepala Dinas Kesehatan, dan juga Pak Wali Kota Jakarta Utara. Saya minta semua pihak bergerak cepat memastikan penanganan berjalan baik. Untuk aspek penegakan hukum, kami berkoordinasi dengan Pak Kapolda,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga menyempatkan diri berbicara langsung dengan beberapa korban di ruang perawatan. Ia ingin memastikan kondisi mereka stabil dan kebutuhan dasar sudah terpenuhi.

“Beberapa korban saya ajak berbicara langsung, dan syukurlah semuanya dalam keadaan sadar. Ada satu yang masih harus dioperasi, dan sedang dipersiapkan oleh tim medis,” tambahnya.

Selain meninjau penanganan korban, Gubernur Pramono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh berbagai spekulasi yang beredar. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif sambil menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

“Saya mengajak seluruh warga untuk saling menenangkan dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas. Fokus utama kita saat ini adalah memastikan semua korban mendapat penanganan terbaik, dan situasi di lapangan tetap aman terkendali,” ujarnya.

Berdasarkan laporan awal yang dihimpun aparat kepolisian, hingga saat ini terdapat 55 orang korban akibat ledakan tersebut. Beberapa di antaranya mengalami luka ringan, sementara sebagian lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, menyebutkan bahwa tim gabungan dari kepolisian, Puslabfor, dan aparat wilayah telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP. “Kami sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk guru, siswa, dan petugas sekolah. Semua kemungkinan sedang ditelusuri,” ungkapnya.

Sementara itu, situasi di sekitar kawasan sekolah saat ini telah dinyatakan kondusif, dengan penjagaan aparat keamanan untuk menghindari kepanikan warga. Pemerintah DKI juga membuka posko informasi dan layanan darurat bagi keluarga korban serta menyediakan dukungan psikososial bagi siswa dan guru yang terdampak secara emosional.

Gubernur Pramono memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait hingga situasi benar-benar pulih.

“Kita akan kawal bersama-sama. Pemerintah DKI tidak akan tinggal diam, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, maupun keamanan warga,” tutup Gubernur Pramono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *