Gubernur Sulsel Terima Kunjungan PGI Sulselbar
Sebanyak tujuh pimpinan gereja yang tergabung dalam Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbara) bertandang ke Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (4/6) malam. Mereka datang menemui Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono, untuk bersilaturahim, mendoakan dan berbagi cerita.
Sumarsono menyambut mereka dengan suka cita di bulan puasa yang penuh pengampunan. Ia mengawali pembicaraan dengan memperkenalkan staf khususnya Ferry Rende dan Kepala Bagian Protokol Hamson Padolo yang beragama Nasrani. Keduanya banyak membantu gubernur dalam menjalankan tugasnya.
Saat bertugas sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Utara, misalnya, Ia tidak terlalu banyak mengetahui tentang umat nasrani di sana. Sehingga meminta saran-saran, termasuk ketika menghadiri undangan keagamaan. Begitupun saat berkunjung ke Palopo dan melayat ke rumah duka Almarhum Alfrita Pasande Danduru, Ia meminta Ferry berdoa beberapa waktu lalu.
“Karena itulah saya minta Pak Ferry sebagai staf khusus saya, juga ada Hamson yang membantu saya,” ujarnya.
Sumarsono menyampaikan bahwa Ia memimpin tiga daerah dengan karakteristik yang berbeda dan menekankan perdamaian dan kerukunan sangat penting. Di Sulut dominan Nasrani (Kristen), DKI Jakarta yang majemuk dan plural, serta Sulsel yang didominasi Islam.
Ia juga menekankan peranan dari para pemuka agama untuk menciptakan perdamaian dan terciptanya Pilkada yang kondusif di Sulsel.
Sementara, Ketum PGIW Sulsel Pdt Adre Massie, mengatakan, kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus apresiasi terhadap kerukunan umat beragama yang dihadirkan selama menjadi Gubernur di Sulsel, Sulawesi Utara dan DKI Jakarta.
“Pimpinan-pimpinan gereja juga ingin menyampaikan apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan Sumarsono di Sulsel, dan kita juga umat kristiani berupaya untuk mendukung beliau dalam menjalankan tugas, mendoakan beliau supaya dapat menjalankan tugas dengan baik,” kata Andre.
Andre mengaku kedatangan mereka disambut hangat. Mereka datang untuk membawa pesan perdamaian.
“Beliau hanya bicara dalam rangka menciptakan perdamaian dan kedamaian di beberapa tempat yang dipimpin,” sebutnya.
Beberapa gagasan yang menjadi impian Sumarsono dalam memimpin beberapa daerah, lanjutnya, diantaranya menghadirkan gong kerukunan umat beragama. “Itu menjadi mimpi kita semua sebagai umat beragama yang tinggal di Sulsel, supaya bisa hidup damai dan aman berdampingan,” imbunya.
Di akhir kunjungan, Pendeta Simatupang memimpin doa untuk Sumarsono.
