Gubernur Sulsel Tinjau Pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Barru. Rabu (30/5). Salah satunya meninjau pembangunan kereta api trans Sulawesi. Bukan hanya meninjau tetapi juga turut menjajal lintasan rel kereta api.
Soni berkesempatan menikmati perjalanan singkat naik kereta api sejauh tujuh kilometer, dengan total 16 kilometer pergi-pulang. Adapun rutenya dimulai dari Pekkae, menuju Kampung Coppeng-Coppeng, Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau.
Dalam perjalanan ini Sumarsono ditemani oleh isteri tercinta, Tri Rachayu sepanjang perjalan di berada dibagian depan menanyakan sejumlah persoalan dan kendala yang dihadapi.
Soni kemudian menyampaikan kesan dan pengalamannya.
“Kereta api bisa berjalan dengan baik dan nyaman,” kata Sumarsono.
Walaupun kereta api yang digunakan adalah inspeksi, nanti kereta api ini akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti ruang rapat.
Ia juga menyampaikan, bahwa, kekurangan yang ada dan perlu dibenahi adalah masih terasa goyang dan bunyi pada lintatasan terdengar pada beberapa titik perjalanan. Dari keterangan Satker, ada yang perlu dibalancing kembali. Untuk itu Ia meminta untuk dikroscek perbaikannya pada Oktober mendatang.
“Idealnya naik kereta api jalan tanpa terasa sudah tidur, nda goyang-goyang sedikit, tetapi secara umum, sudah bagus,” ujarnya.
Panjang rel kereta api saat ini yang sudah 16 km, sementara 27 km sedang dalam pengerjaan, sisanya 4,5 km tanahnya masih perlu dibebaskan.
Kedepan, kereta api trans Sulawesi ini akan terhubung dengan pelabuhan Garongkong Barru.
“Saya kira ini adalah sejarah baru, perkeretaapian di Sulsel yang selama ini tidak ada di sulsel, saya bisa membayangkan kelak di kemudian hari, ini menghubungkan Makassar dan Manado,” harapnya.
Sedangkan Ketua TP PKK Sulsel Tri Rachayu, menyebutkan, naik kereta api tersebut merupakan pengalaman luar biasa apalagi sebagai kereta api pertama.
“Saya yakin ini nanti booming dan diminati, banyak konsumen dan sukses. Sepanjang perjalanan saya nyaman,” ujarya.
Hadirnya kereta api memiliki dampak berganda (multiplier effect) di masyarakat dari proyek ini, untuk itu Ia meminta akti menangkap peluang.
Bupati Barru Suardi Saleh menyebutkan hampir tidak ada masalah berarti, yang perlu ditangani adalah tanah yang masuk dipelabuhan Garongkong untuk dibebaskan.
Capaian pembangunan telah 84 persen dengan target akhir tahun rampung. Sedangkan untuk tahap dua sebesar Rp1,4 triliun. Dan telah cair 75 persen.
Adapun secara teknis data pengembangan Perkeretaapian Sulsel pembangunan jalur KA Makassar – Parepare ini. Dengan jalur panjang 145 km dengan kebutuhan pembiayaan Rp 8.496 miliar.
Dengan siding track diantaranya, pelabuhan Garongkong Barru, Bosowa Maros, Tonasa Pangkep dan Bandara Sultan Hasanuddin.
Akan memiliki 17 stasiun dengan 6 stasiun besar dan 11 stasiun kecil/sedang/operasional. Terdapat 55 jembatan dengan bentang 30-406 meter. Perpotongan jalan 124 titik.
Perbandingan jalur kereta api Jawa/Sumatera dengan Sulsel: lebar jalan rel (gauge) 1067 mm berbanding 1435 mm, kecepatan design 120 km/jam berbanding 200 km/jam, pembangunan rel kereta api Jawa dan Sumatera peninggalan Belanda sedangkan Sulsel merupakan buatan bangsa Indonesia.
