Guna Promosikan Joglosemar, Ganjar Akan Gandeng Produser Film Hollywood
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertekad untuk menjadikan Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang) sebagai lokasi syuting film-film Hollywood. Hal ini dinilai efektif untuk meningkatkan promosi pariwisata Jawa Tengah, khususnya Borobudur yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. Pasalnya, Joglosemar merupakan daerah segitiga utama pendukung destinasi pariwisata super prioritas Borobudur.
Ganjar pun siap menyambut para produser negeri paman sam itu, untuk membuat film-film berkelas.
“Joglosemar terbaik untuk lokasi syuting film kelas dunia. Pelayanan harus kita tingkatkan untuk menarik para produser film Hollywood,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam diskusi bersama wartawan pariwisata yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Fowarpar) di Wedangan Lawang Djoendjing, Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Senin Malam (18/11/2019).
Ganjar mengaku pihaknya sudah bekerjasama dengan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Los Angeles, Amerika Serikat, untuk membantu menawarkan lokasi syuting yang cocok dengan film-film Hollywood.
“Para produser film Hollywood ingin membuat film di Joglosemar. Saya katakan silahkan bawa ke seni. Saya sangat terbuka,” ujar Ganjar.
Orang nomer satu di Jawa Tengah itu, juga akan memberikan insentif kepada para produser, antara lain berupa insentif, pembebasan biaya untuk lokasi syuting.
Ganjar menyatakan, kita mempunyai pengalaman yang tidak enak oleh aksi pemalakan saat pembuatan film Hollywood “Eat, Pray and Love (EPL)” yang mengambil lokasi syuting di Bali dan Jateng. Film yang dibintangi oleh aktris kenamaan dunia Yulia Robert dan sukses tayang di gedung bioskop seluruh dunia tersebut banyak mempromosikan destinasi Bali dan Jateng.
“Menurut Konjen RI di Los Angeles AS, kru film EPL sering dipalak saat syuting di Jateng. Itu merusak ekosistem pariwisata sekaligus citra Indonesia mancanegara terutama di kalangan produser film dunia,” kata Ganjar Pranowo. Ia menegaskan harus ada edukasi agar praktek itu ditinggalkan sehingga pariwisata kita bisa menjadi kelas dunia.
Upaya yang dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo dalam mempromosikan destnasi pariwisata super prioritas, kata Asdep Strategi Komunikasi (Strakom) Pemasaran I Haryanto, sejalan dengan keinginan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang ke depan akan mewujudkan 3 hal yakni; mewujudkan pariwisata sebagai penghasil devisa nomor satu di Tanah Air, produk ekonomi kreatif Indonesia menjadi terbaik di kawasan ASEAN, serta menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. “Untuk ini ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif terus dibangun,” kata Haryanto.