Guna Tingkatkan Perekonomian, BI Akan Kembangkan 4 Desa Wisata di Jateng
Bank Indonesia (BI) menaruh perhatian lebih terhadap sektor pariwisata. BI meyakini pariwisata dapat mendongkrak perekenomian nasional, termasuk di desa. Agar perekonomian di desa dapat meningkat, BI akan mengembangkan 3 sampai 4 desa wisata di Jawa Tengah untuk tahun ini. Desa wisata menjadi fokus BI, karena desa wisata menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan, dalam mengembangkan desa wisata ini, pihaknya akan mengutamakan kebersihan. Nantinya akan ada tim yang mengamati dan juga menggali potensi yang adai desa wisata tersebut.
“Ada satu tim yang menilai sejauh mana aktivitas masyarakat di sini. Ketika kita lihat bagus, bisa untuk dikembangkan, akan diberi fasilitas pengembangan terkait kebersihan. Ini karena sebagian pengunjung mempermasalahkan kebersihan, sehingga bantuan kami lebih ke merenovasi Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan lainnya untuk menambah kenyamanan wisatawan,” paparnya, Rabu, 29 Agustus 2018.
Menurut Ponco, kontribusi pariwisata untuk menumbuhkan perekonomian sudah dapat dirasakan. Hal itu, akibat dari meningkatnya jumlah wisatawan.Porsinya bertambah 3,5% jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Bukan kali ini saja, BI mengembangkan desa wisata, sebelumnya sudah ada Desa Wisata Sembungan di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Untuk diketahui desa wisata masuk sebagai program Kementerian Pariwisata. Pada tahun 2017 lalu desa wisata dan homestay bersanding untuk diprioritaskan pengembangannya.
Terkait hal ini, Kemenpar berkontribusi membangun 100.000 rumah (homestay) yang dikaitkan dengan konsep desa wisata sebagai amenitas akan dikembangkan pada 2019. “Untuk memenuhi kebutuhan amenitas di 10 destinasi prioritas dalam waktu cepat adalah membangun homestay desa wisata,” kata Menpar Arief Yahya.
“Tahun 2017 kami menargetkan membangun 20.000 homestay (pondok wisata), tahun 2018 sebanyak 30.000, dan tahun 2019 sebanyak 50.000 unit. Sebagai quick win dalam waktu dekat dibangun 1.000 homestay di 10 destinasi prioritas,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberapa waktu lalu.
