Guna Tingkatkan Promosi Pariwisata, Kemenpar Jalin Kerja Sama Dengan Expedia

0
44348263_2121856661200451_5765925287720124416_n

Keberadaan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Singapura, dimanfaatkan dengan maksimal oleh Menteri asal Banyuwangi itu untuk bangun pariwisata Indonesia. Salah satunya dengan mengunjungi Kantor Expedia Singapura, sekaligus melakukan Launching kerja sama digital antara Kemenpar dan Expedia di area Beach Road, Singapura, pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Expedia adalah salah satu Online Travel Agent (OTA) internasional terbesar yang ada di 75 negara. Expedia menyediakan penerbangan, hotel, penyewaan mobil, kapal pesiar, tiket atraksi, paket perjalanan, dan lainnya.

Tujuan kerja sama digital dengan melakukan integrasi web indonesia.travel dengan platform Expedia adalah, untuk membuat pengunjung web indonesia.travel dapat melakukan pembelian produk Expedia pada platform Expedia. Sehingga melengkapi alur Look-Book-Pay di web indonesia.travel.

Dengan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan angka traffic ke website promosi pariwisata www.indonesia.travel sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dari 18 target pasar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, tren saat ini baik personal, mobile, dan interactive, sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional. “Costumer kita sudah berubah, 70 persen search and research sudah digital. Akan menjadi aneh kalau kita juga tidak digital,” ujar Menpar Arief Yahya.Menpar menjelaskan, pangsa pasar travel agency online meningkat hingga Rp 3 triliun pada 2015. Diproyeksikan tumbuh 28 persen menjadi Rp 10 triliun di tahun 2020. “Teknologi digital pada pariwisata digunakan untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan seamless customer experience dalam mencari (look), memesan (book), dan membayar (pay) layanan wisata,” ungkapnya.

Dengan kerja sama ini, akan muncul tren sharing economy di sektor pariwisata. Model bisnis berbagi ini merupakan cara baru yang dilakukan oleh generasi baru untuk melakukan bisnis dengan cara yang efisien. “Karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. Maka terjadilah sharing economy,” tambahnya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, busnis berbagi ini sangat berdampak pada pariwisata. Dari sisi informasi 90 persen, akomodasi 89 persen, dan transportasi 88 persen. “Hal ini tentu sangat penting untuk pariwisata Indonesia yang tumbuh 22 persen pertumbuhan wisatawan, tiga kali lebih tinggi dari pasar regional dan global,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *