Hadapi Lonjakan Libur Lebaran, Gahawisri Prioritaskan Keselamatan

0
Untitled

Ketua Umum Gahawisri Masagoes Ismail menjadi pembicara dalam program POV yang ditayagkan EL JOHN TV (Foto: tangkapan layar Youtube EL JOHN TV)

El John News, Jakarta-Ketua Umum Gabungan Usaha Wisata Tirta dan Bahari Indonesia (Gahawisri), Masagoes Ismail Ning, menegaskan kesiapan industri wisata bahari menghadapi lonjakan wisatawan pada libur Lebaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Ismail saat menjadi narasumber dalam program Point of View (POV) yang ditayangkan EL JOHN TV.

Fokus utama yang ditekankan adalah kepatuhan terhadap standar keselamatan berlayar, terutama di destinasi unggulan seperti Labuan Bajo dan Bali.

Ismail  mengatakan, sejak awal Gahawisri menempatkan keselamatan sebagai kepentingan bersama seluruh anggota. Berbagai sosialisasi dan pertemuan rutin digelar untuk memastikan standar operasional dipatuhi tanpa kompromi.

“Kami berorganisasi dengan tujuan bersama, common interest. Salah satunya adalah mengutamakan keselamatan. Kami selalu melakukan sosialisasi dan saling mengingatkan sesama anggota karena keselamatan sangat penting. Kalau sampai terjadi kecelakaan, itu bukan hanya musibah, tetapi juga menjadi berita buruk bagi bisnis itu sendiri”

Masagoes Ismail Ning (Ketua Umum Gahawisri)

Ia menegaskan, seluruh anggota Gahawisri wajib taat pada regulasi yang berlaku. Organisasi juga aktif bekerja sama dengan pemerintah dalam pengawasan serta penegakan aturan.

“Kami sangat taat pada aturan dan sering bekerja sama dengan pemerintah untuk mengawal pengawasan serta penegakan regulasi demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Menghadapi potensi kepadatan saat musim libur, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya dilakukan saat high season, tetapi berjalan secara berkelanjutan.

“Kami rutin berkoordinasi dengan aparat, tidak hanya saat lonjakan wisatawan. Ada kegiatan sosial, kesiapan operasi SAR, pengawasan, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga melibatkan masyarakat setempat dalam pelatihan agar selalu up to date dengan standar keselamatan yang berlaku,” jelasnya.

Terkait pengawasan kapasitas angkut kapal wisata, Masagoes menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik over capacity. Batas kapasitas dinilai berkaitan langsung dengan kelengkapan alat keselamatan dan daya dukung kapal.

“Soal kapasitas, itu tidak bisa ditawar. Kapasitas berhubungan langsung dengan alat keselamatan dan daya dukung kapal maupun objek wisata. Kami sudah sepakat untuk tidak melanggar batas,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan teknis menjadi kewenangan regulator seperti Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Di sejumlah daerah, termasuk Labuan Bajo, sistem perizinan berlayar dan manifest penumpang sudah dilakukan secara daring agar seluruh data terpantau dengan baik.

Di tengah musim pancaroba dan potensi cuaca ekstrem, Gahawisri juga mengingatkan anggotanya untuk patuh terhadap peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“BMKG memiliki peran yang sangat penting. Kami mengingatkan anggota untuk rutin membuka website BMKG dan mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan. Pengalaman kami, informasi cuaca laut, angin, dan gelombang cukup akurat. Jadi memang harus mengikuti arahan mereka,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Gahawisri optimistis industri wisata bahari dapat melayani wisatawan selama Lebaran 2026 secara aman, tertib, dan profesional, sekaligus menjaga reputasi destinasi laut Indonesia.

Tolong jadikan berita tv dengan narasi berbeda tetapi sesuai untuk durasi 1 menit 40 detik jangan pakai kutipan dan kasih 7 opsi untuk judul utama dan subjudul yang menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *