Dua Gelombang Mudik Lebaran Diprediksi Terjadi Pertengahan Maret

0
3316c275-381b-483e-bc57-44db704f9313

Ilustrasi masyarakat sedang melakukan mudik saat puncak arus mudik (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan mengalami dua gelombang puncak pada pertengahan Maret. Prediksi tersebut menjadi dasar bagi kepolisian dan sejumlah instansi terkait untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi di lapangan.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Hal tersebut disampaikan Faizal dalam diskusi persiapan mudik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

“Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang”

Brigjen Pol Faizal (Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri

Menurutnya, sejumlah titik krusial akan menjadi fokus pengawasan, terutama di jalur tol dan kawasan rest area yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan.

Faizal menjelaskan bahwa kepolisian telah menyiapkan sistem pemantauan digital untuk memantau jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dari rest area secara real-time.

“Nantinya informasi ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat mengetahui kondisi terkini,” jelasnya.

Selain rest area, kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada jalan arteri dan jalan nasional yang rawan kemacetan, seperti di kawasan pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta persimpangan padat yang memerlukan pengaturan lalu lintas secara langsung.

Pengawasan juga akan diperketat di berbagai simpul transportasi, mulai dari pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, hingga stasiun kereta api.

“Polri mengantisipasi dampak cuaca dan memastikan sistem antrean serta penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar,” kata Faizal.

Tak hanya itu, kepolisian juga menyiapkan sejumlah pos pemeriksaan di titik strategis, termasuk di kawasan Kilometer 81 jalur Jakarta–Cikampek, untuk memantau kondisi kendaraan dan pengemudi.

Faizal menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan jika ditemukan pengemudi dalam kondisi tidak fit.

“Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika pengemudi ditemukan kelelahan, kami akan memaksa mereka untuk istirahat demi keselamatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Polri memastikan kesiapan 10 ruas tol untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Beberapa di antaranya merupakan tol fungsional, seperti Tol Jawa Barat Selatan (Cipeuyeum–Cisokan) serta Tol Sukabumi yang akan menjadi jalur alternatif di kawasan Pasar Cibadak.

“Tol-tol fungsional ini akan sangat membantu mengalirkan kendaraan dan mengurangi beban di jalur utama,” pungkas Faizal.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman dan lancar meskipun jumlah pemudik diperkirakan meningkat signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *