Hadir di Bumi Blambangan, Wayang Ajen Gaungkan Hasil Rakornas Kemenpar
Hari jadi ke-246 Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dijamin seru. Kabupaten berjuluk Bumi Blambangan itu akan menyiapkan ragam festival seni dan budaya. Salah satunya Kolaborasi Wayang Ajen. Wayang zaman now itu hadir sebagai ajang promosi Pesona Indonesia melalui seni pertunjukan di Taman Blambangan, Banyuwangi, 16 Desember 2017, mendatang.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Banyuwangi MY. Bramuda mengucapkan terima kasih kepada acara yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tersebut. Kata pria yang biasa disapa Bram itu, Kemenpar sudah sangat serius dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Banyuwangi.
Penampilan seni pertunjukan wayang modern diprediksi mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.
“Wayang dari tanah pasundan itu, gaya pertunjukannya sangat gaul, atraktif, edukatif dan rekreatif. Seakan menjadi bagian cara tersendiri untuk menggaet minat wisatawan yang datang. Serta selalu beradaptasi dengan anak-anak zaman now,” kata Bram.
Bram juga menyebut, Wayang Ajen mendapat penghormatan serius dari Pemerintah Daerah Banyuwangi. Wayang Ajen sengaja disuguhkan kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi Banyuwangi pada seni budaya luar Banyuwangi.
“Wayang Ajen mempunyai kekuatan tersendiri dalam bentuk pertunjukan wayang kekinian. Serta menciptakan gaya sendiri, sehingga dapat menarik minat penonton khususnya kalangan generasi muda,” ujarnya.
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti juga angkat bicara tampilnya Wayang Ajen di HUT Banyuwangi. Wayang Ajen memiliki kekuatan lain yaitu lighting dan aransemen musik pengiringnya. Kekuatan show dari lighting ditambah aransemen musik yang bagus pun semakin membuat sakral pementasan Wayang Ajen.
“Suguhan Wayang Ajen, nantinya bakal mendorong promosi wisata di Banyuwangi pada umumnya. Terlebih, wayang yang sudah melalang keberbagai penjuru dunia pasti bakal diterima masyarakat dan wisatawan mancanegara yang datang ke Banyuwangi,” ucap Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya kemenpar, Wawan Gunawan.
Wawan Gunawan menambahkan, dalam pementasan di Banyuwangi, Wayang Ajen sendiri akan membawa pesan moral berupa nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai religius tetap dihadirkan. Formatnya akan dibawakan dengan format kekinian, bahasa gaul yang mudah dicerna anak-anak generasi milenia. Pesan moral kepariwisataan dengan selalu mengkampanyekan gerakan sadar wisata, Sapta Pesona yang mencerminkan pesona Indonesia juga akan ditampilkan dengan atraktif.
“Gagasan kreatif Menpar Arief Yahya selalu disampaikan dalam pertunjukan wayang baik berupa prolog, monolog maupun dialog wayang. Khususnya tokoh punakawan yang selalu riang dan jenaka seperti Cepot, Dawala dan Gareng,” ujar Wawan Gunawan yang juga Ki Dalang Wawan Ajen itu.
Misinya tidak hanya itu, lanjut Ki dalang Wawan, Pihaknya akan mengkampanyekan dan mensosialisasikan hasil Rakornaspar 2017 ke masyarakat langsung.
“Pesannya, tentang keberhasilan kinerja Kemenpar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan Pariwisata di tengah masyarakat, dan gaung Wonderful Visit Indonesia 2018,”pungkasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung ikut merespon. Pertunjukan wayang ajen yang juga sebagai bagian dari promosi Pesona Indonesia. Diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.
Pementasan Wayang Ajen dikatakannya merupakan salah satu daya tarik budaya yang memiliki peranan penting dalam pariwisata Indonesia. Seperti diketahui bahwa ketertarikan wisatawan untuk berkunjungan ke Indonesia, khususnya wisatawan mancanegara, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya.
“Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat yang menjadi program Kemenpar ataupun dinas-dinas di daerah, akan menjadi daya tarik yang positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus,” ujar Arief Yahya.
