Hari ke-4 Karantina, Finalis Miss Earth Indonesia 2017 Mengulas Wisata Ramah Lingkungan
30 finalis Miss Earth Indonesia 2017 kembali mengikuti sesi pembekalan. Di hari ke-empat masa karantina di Hotel Ibis Budget, Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa, 11 Juli 2017, para finalis ditugaskan untuk mempresentasikan hasil kajiannya tentang pariwisata yang ramah lingkungan baik dari segi wisatanya maupun dari gaya hidup. Sesi presentasi ini dimulai pada pukul 8.00 wib hingga pukul 10.00 wib. Satu persatu finalis tampil ke depan dan menjelaskan hasil kajiannya dihadapan finalis lainnya dengan durasi tiga menit.
Salah satu Chaprone Suryani Agustina Refina mengatakan hingga hari ke-empat masa karantina, sudah ada kemajuan yang ditunjukan para finalis. Presentasi hasil kajian tentang eco tourism yang dilakukan finalis sudah cukup baik. Solusi yang mereka berikan untuk wisata ramah lingkungan dinilai tepat.
“Jadi memang ada beberapa yang sama mengambil spot atau tempat wisata yang diulas, cuma hanya sedikit sih yang sama destinasi yang dipilihnya, tapi dari perspektif masing-masing, mereka sudah bisa mengembangkan dan sesuai apa yang dicari Miss Earth Indonesia tahun in,” ujar Refi.
Kendati demikian Refi mengakui masih ada perlu yang diperbaki, khusunya cara penyampaiannya di muka umum. “Kekurangan masih banyak juga dari finalis yang public speakingnya yang kurang bagus dan juga penyampaiannya yang masih kurang, serta struktur kalimat yang kurang rapi. Tapi untuk tahun ini bahasa inggris mereka sangat bagus sangat fasih banget dan alurnya juga sudah sangat matang.” tutup Refi.
Presentasi tidak hanya dilakukan secara individu, di sesi selanjutnya para finalis ditugaskan untuk membentuk kelompok dan berdiskusi mengenai mimpi dan harapan tentang sampah, plastik, listrik dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kelompok yang terbentuk ada 6 kelompok dan setiap kelompok diisi enam finalis. Untuk sesi diskusi, diberikan waktu 35 menit setelah itu dipresentasikan dengan durasi 6 menit.
Untuk hari kelima, Rabu besok, 12 Juli 2017, para finalis rencananya akan mengunjungi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
