HSK Study in China 2025: Perkuat Persahabatan Pendidikan Indonesia–Tiongkok

0
WhatsApp Image 2025-10-26 at 13.51.04

Antusiasme pelajar Indonesia terhadap pendidikan tinggi di Tiongkok kembali terlihat dalam ajang HSK Study in China: Education & Career Expo 2025, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-10. Pameran pendidikan dan karier bergengsi ini digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025, di Hotel Shangri-La Jakarta.

Acara ini diselenggarakan oleh Chinese Testing International (CTI), lembaga resmi penyelenggara HSK Chinese Proficiency Test serta HSK Mock, bekerja sama dengan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM).

Pameran tahun ini berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 25 perguruan tinggi ternama dari berbagai wilayah Tiongkok hadir untuk memberikan informasi langsung kepada calon mahasiswa Indonesia. Beberapa universitas unggulan yang ikut serta di antaranya Beijing University, Beijing Institute of Technology, University of Science and Technology Beijing, Beijing Normal University, Beijing College of Finance and Commerce, Dalian University of Technology, North China University of Technology, Ocean University of China, Zhongnan University of Economics and Law, dan Tsinghua University.

Pemaren yang rutin digelar setiap tahun, bertujuan  untuk memperkenalkan dan menampilkan sumber daya pendidikan berkualitas dari Beijing dan berbagai provinsi di Tiongkok, agar semakin banyak pelajar muda Indonesia tertarik untuk belajar bahasa Mandarin dan mengenal Tiongkok lebih dalam.

Sejak pagi, ratusan pelajar tingkat SMA dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia memadati area pameran. Antusiasme terlihat jelas bahkan sebelum pintu pameran dibuka, menandakan tingginya minat generasi muda terhadap peluang studi dan karier di Tiongkok.

Dalam kegiatan ini, para pengunjung berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas, mendapatkan informasi tentang program studi, beasiswa, biaya hidup, dan proses pendaftaran, serta mendengar pengalaman langsung dari mahasiswa dan alumni Indonesia yang telah menempuh pendidikan di Tiongkok.

Selain sesi konsultasi pendidikan, pameran juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif seperti simulasi tes HSK Mock, sesi informasi tentang beasiswa pemerintah Tiongkok, serta talkshow inspiratif mengenai peluang karier internasional bagi lulusan universitas di Tiongkok.

Ketua BKPBM, Arifin Zain, menyampaikan bahwa Expo tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat minat generasi muda Indonesia dalam mempelajari bahasa Mandarin serta membuka peluang studi ke Tiongkok.

“Harapan kami, semakin banyak pemuda-pemudi Indonesia yang bisa belajar bahasa Mandarin dengan baik. Tujuannya bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk mengabdikan diri kepada tanah air serta mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok,” ujar Arifin.

Menurut Arifin, pihaknya tidak menetapkan target khusus mengenai jumlah mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Tiongkok. Fokus utama BKPBM, katanya, adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia untuk mempelajari bahasa Mandarin dan mengenal budaya Tiongkok secara mendalam.

“Kami ingin agar pelajar Indonesia tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami budaya dan sistem pendidikan di Tiongkok. Dengan begitu, ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka bisa memberikan kontribusi lebih besar untuk pembangunan bangsa,” tambahnya.

Terkait kualitas pendidikan di Tiongkok, Arifin menilai bahwa sistem pembelajaran di negeri tersebut semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan global. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar Indonesia yang ingin menimba ilmu di luar negeri.

“Tiongkok kini menjadi salah satu pusat pendidikan dan teknologi dunia. Pelajar Indonesia bisa memilih program studi yang sesuai dengan minat mereka, dan nantinya ilmu yang didapat bisa diterapkan untuk kemajuan di Indonesia,” jelasnya.

Arifin juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Mandarin di era globalisasi saat ini. Ia menyebut, dengan peran Tiongkok yang semakin kuat dalam ekonomi dan diplomasi internasional, kemampuan berbahasa Mandarin menjadi modal penting bagi generasi muda.

“Peranan Tiongkok di dunia internasional semakin besar. Karena itu, tidak ada salahnya jika pemuda kita menguasai bahasa Mandarin dengan baik. Selain itu, mereka juga bisa belajar tentang teknologi dan inovasi dari Tiongkok,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan  Ketua Konsorsium Bahasa Mandarin Kementerian Pendidikan, RI n Sritun Ganda Putra. Ia  menilai pelaksanaan HSK Study in China: Education & Career Expo 2025 memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan Indonesia. Acara ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan sistem pendidikan dan budaya belajar di Tiongkok kepada para pelajar Indonesia.

Menurut Sritun, kegiatan ini bukan hanya membuka wawasan mahasiswa Indonesia tentang peluang studi di Tiongkok, tetapi juga mendorong kerja sama timbal balik antara lembaga pendidikan kedua negara.

“Manfaatnya besar sekali, terutama bagi mahasiswa Indonesia agar lebih memahami bagaimana sistem pembelajaran di Beijing dan kota-kota lain di Tiongkok. Di sisi lain, acara ini juga membuka peluang agar mahasiswa dari Tiongkok bisa belajar di Indonesia,” ujarnya.

Sritun menjelaskan, pendidikan tinggi di Tiongkok kini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Jika dahulu banyak orang menganggap pendidikan terbaik hanya berasal dari Eropa atau Amerika Serikat, kini Tiongkok telah mampu menunjukkan kualitas yang setara bahkan bersaing secara global.

“Saya rasa semakin lama pendidikan di Tiongkok semakin maju. Dulu mungkin banyak yang menganggap Eropa dan Amerika lebih unggul, tapi sekarang pendidikan di Tiongkok tidak kalah dari mereka,” jelasnya.

Ia berharap pameran ini dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Harapan saya melalui pameran ini semakin banyak mahasiswa atau lulusan SMA dari Indonesia yang tertarik melanjutkan studi ke Beijing atau kota lainnya di Tiongkok. Selain mempelajari bahasa Mandarin, mereka juga bisa berperan sebagai jembatan persahabatan antara kedua negara,” tutur Sritun.

Dalam acara pembukaan pameran, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sekolah Bina Bangsa dengan sejumlah universitas ternama di Tiongkok.

Langkah strategis ini menandai semakin eratnya hubungan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok, sekaligus membuka jalan bagi pelajar Indonesia untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas internasional.

Penandatanganan dilakukan di hadapan perwakilan Chinese Testing International (CTI)—lembaga resmi penyelenggara HSK Chinese Proficiency Test, serta BKPBM. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas kesempatan belajar bahasa Mandarin dan memperkuat pertukaran akademik lintas negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *