HUT ke-410 Sanggau Jadi Momentum Perkuat Sinergi Adat dan Pemerintah Daerah

Sesi foto bersama Ketua Umum FSKN, Bupati Sanggau, dan Raja Sanggau. (Sumber foto: El John News/Nana Taryana)
Peringatan Hari Jadi ke-410 Kabupaten Sanggau berlangsung khidmat, penuh semangat kebersamaan, serta sarat nilai historis dan budaya. Momentum yang digelar pada Kamis (16/4/2026) ini, tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi perjalanan panjang daerah yang dibangun dari warisan para leluhur dan raja-raja terdahulu.
Acara ini turut dihadiri oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) serta para raja dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat. Hadir pula Raja Kesultanan Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara, Drs. H. Gusti Arman, M.Si, serta Raja Tayan, Gusti Yusri. Kehadiran para raja menjadi simbol kuatnya sinergi antara adat, budaya, dan pemerintah daerah.
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan panjang Kabupaten Sanggau hingga mencapai usia ke-410 tidak bisa dilepaskan dari peran besar para raja di masa lalu.
“Sejarah kehadiran Sanggau hari ini tidak terlepas dari raja-raja. Kami sangat menghormati perjuangan mereka yang telah melewati tantangan luar biasa pada zamannya, sehingga hari ini kita bisa menikmati hasilnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan para raja hingga saat ini menjadi bukti eksistensi adat yang tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern.
“Eksistensi raja-raja yang masih hadir hingga hari ini menunjukkan bahwa budaya dan sejarah tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah,” lanjutnya.
Yohanes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan dalam membangun daerah.
“Kita berjalan bergandengan tangan untuk menjadikan Sanggau lebih baik dan lebih maju. Selamat hari jadi ke-410 untuk seluruh masyarakat Sanggau,” ucapnya.

Sinergi Adat dan Pemerintah untuk Masa Depan
Sementara itu, Raja Sanggau menyampaikan ucapan selamat sekaligus komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau.
“Dengan semangat Hari Jadi ke-410 ini, kami sebagai bagian dari masyarakat Sanggau akan terus mendukung penuh pemerintah daerah dalam membangun Sanggau agar lebih maju, bermartabat, dan masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pihak kerajaan dan pemerintah sebagai mitra strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memajukan Sanggau menjadi lebih makmur dan adil,” tambahnya.

Adapun Raja Tayan, Gusti Yusri, menegaskan bahwa Kerajaan Tayan memiliki hubungan historis yang erat dengan Kabupaten Sanggau, bahkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan sejak masa lalu hingga saat ini.
“Kerajaan Tayan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Sanggau. Kami bangga atas perkembangan yang telah dicapai, tidak hanya di kota, tetapi di seluruh wilayah kabupaten,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sanggau yang dinilai berhasil membawa kemajuan signifikan bagi daerah.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Yohanes Ontot, Kabupaten Sanggau telah menunjukkan perkembangan yang sangat maju. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” lanjutnya.

FSKN Sebagai Mitra Strategis dalam Pelestarian Budaya
Turut hadir Ketua Umum FSKN, YM. Brigjen Pol (Purn) Dr. H. A.A. Mapparessa, M.M., M.Si, yang menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa FSKN hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga dan merawat nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.
“Kami hadir dalam rangka peringatan ke-410 ini karena Sanggau memiliki sejarah yang sangat panjang. Kami percaya pemerintah daerah dan masyarakatnya sangat menghargai pemajuan budaya,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan busana adat dalam peringatan ini menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga.
“Dengan mengenakan pakaian adat, kita diingatkan betapa kayanya Indonesia dengan keberagaman budaya. Ini adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama,” katanya.
