ICBC dan AiLa Tandatangani MoU untuk Perkuat Ekosistem Logistik Internasional

0
DSC02995

Indonesia China Business Council (ICBC) bersama Ai Logistics Technology (Shanghai) Co., Ltd. (AiLa) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memupuk kerja sama di bidang logistik internasional. Acara penandatanganan berlangsung di kantor ICBC, Plaza Maspion, Jakarta Pusat, pada Jumat sore (4/7/2025).

Penandatangan MoU tersebut ditandatangani langsung  oleh Ali Husein (Ketua Harian ICBC) dan Ron Gae (Overseas Director AiLa). Dari pihak ICBC turut hadir jajaran pengurus, yakni Wakil Ketua Harian Hasan Kosasih Ko, Sekretaris Jenderal Basilio Diaz, dan Wakil Sekjen Suryawan Wijaya, serta 13 delegasi AiLa.

Sebelum penandatanganan, kedua belah pihak mengadakan pertemuan membahas peluang strategis kolaborasi. Delegasi AiLa mempresentasikan platform mereka, menjelaskan bahwa AiLa adalah layanan aplikasi digital yang dirancang khusus untuk memfasilitasi logistik luar negeri.

Platform ini menawarkan solusi total (end-to-end) dalam semua tahap rantai pasok internasional, dari perencanaan, pemantauan, hingga pengiriman. AiLa mengusung konsep “data cerdas + kolaborasi berbasis jaringan”, di mana setiap modul layanan logistik dapat diakses secara digital dan dikelola secara terintegrasi melalui platform.

Dengan pendekatan modular,  dekontruksi dan rekonstruksi proses layanan, AiLa mampu mengoptimalkan efisiensi, transparansi, dan akurasi pengiriman global. Melalui kolaborasi jaringan logistik dan pemanfaatan analitik data, platform ini ditargetkan membantu perusahaan ekspor-impor mengatasi tantangan operasional dan menaikkan produktivitas.

Dalam pernyataannya,  MoU Ron Gae  menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh pihak ICBC selama proses penjajakan kerja sama berlangsung.

“Mereka telah banyak membantu saya, memberikan banyak nasihat yang sangat berguna. Untuk kerja sama di masa depan, saya yakin ini akan sangat membantu kami,” ujar Ron kepada tim liputan EL JOHN Media

Ia juga secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada dua tokoh penting dalam ICBC yang telah memberikan dukungan langsung dalam proses ini. “Saya sangat berterima kasih kepada pengurus ICBC  atas bantuan dan arahannya,” lanjutnya.

Tak hanya mengapresiasi kolaborasi awal, Ron juga mengungkapkan harapannya untuk memperluas kehadiran AiLa di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjalin lebih banyak kolaborasi dengan mitra lokal.

“Saya pikir, di masa depan kami akan memiliki lebih banyak kerja sama dengan orang-orang dan perusahaan lokal di sini. Itu akan sangat membantu kami untuk memperluas bisnis, membuka kantor, atau menjalin kemitraan langsung di Indonesia,” jelas Ron.

Sekjen ICBC, Basilio Diaz, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak yang berlangsung di kantor ICBC, Plaza Maspion, Jakarta Pusat.

Basilio menjelaskan bahwa kunjungan AiLa ke Indonesia merupakan langkah awal yang strategis dalam rangka memperluas jaringan dan mencari mitra lokal yang potensial. Menurutnya, ICBC memberikan dukungan penuh atas inisiatif tersebut.

“Tujuan mereka datang ke sini kami sambut baik. Mereka memang tengah mencari peluang untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia, serta tata cara bagaimana mereka bisa masuk ke pasar Indonesia,” ujar Basilio.

Dalam pertemuan tersebut, ICBC juga memberikan gambaran menyeluruh tentang sistem kerja dan kebijakan investasi di Indonesia kepada delegasi AiLa. Penjelasan ini penting agar investor asing memahami secara komprehensif bagaimana memulai usaha secara legal dan berkelanjutan di tanah air.

Basilio menekankan bahwa harapan ICBC bukan hanya agar perusahaan logistik Tiongkok seperti AiLa membawa barang ke Indonesia, tetapi juga memproduksi sebagian dari kebutuhan logistik atau teknologinya secara lokal.

“Kita berharap mereka tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar tujuan, tetapi juga sebagai basis produksi. Dengan begitu, investasi asing bisa masuk dan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Harian ICBC Ali Husein, menyampaikan harapan besar atas kerja sama yang terjalin antara ICBC dan AiLa.

Ali Husein menekankan pentingnya menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pusat produksi dan investasi.

“Harapan saya, melalui jalur forwarder, kerja sama ini dapat menarik bisnis nyata antara Indonesia dan Tiongkok. Terutama untuk mendorong peningkatan investasi ke Indonesia,” ujar Ali Husein.

Menurut Ali, saat ini banyak perusahaan di Tiongkok, termasuk yang tergabung dalam jaringan AiLa, sudah mulai mempertimbangkan relokasi operasional dari wilayah asal mereka seperti Jayana. Indonesia dinilai sebagai lokasi yang potensial, baik dari segi geografis, pasar, maupun iklim investasi.

“Mereka di Tiongkok, sudah mengukur kondisi dan produk mereka. Sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk pindah,” jelasnya.

Ali juga menyoroti pentingnya memanfaatkan sistem logistik berbasis laut, seperti konsep ” One Belt One Road, yang memungkinkan efisiensi pengiriman dan distribusi dari Tiongkok langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

“Dengan memanfaatkan jalur kapal dan sistem One Belt One Road, perusahaan-perusahaan ini bisa masuk ke Indonesia dan mulai produksi langsung di sini. Ini akan membawa manfaat besar bagi sektor industri dan logistik nasional,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *