Ilmuwan Kembangkan Gel Hormon Mengurangi Produksi Sperma

0
Can-you-get-Pregnant-from-Precum-1024x560

Upaya pencegahan kehamilan jangka pendek dan jangka panjang dari pihak pria pilihannya jatuh kepada kondom atau vasektomi.

Namun, kini sebuah terobosan baru sedang dikembangkan oleh para peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development. Mereka sedang mengembangkan gel hormon yang dapat mengurangi produksi sperma.

Gel ini mengandung progestin sintetis bernama nestorone yang akan menghalangi testis menghasilkan sperma dan testosteron sintetis yang akan melawan ketidakseimbangan hormon.

Kini gel kontrasepsi itu dibuat dengan kandungan testosteron sintetis yang jauh lebih sedikit daripada formula injeksi dengan harapan dapat mencegah terjadinya berbagai masalah lain.

Setidaknya ada 400 pasangan yang akan ambil bagian dalam studi ini. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Italia, Swedia, Cile dan Kenya.

Relawan pria akan mendapatkan sebotol gel yang akan mereka bawa pulang. Selanjutnya, mereka hanya perlu mengaplikasikan gel tersebut sekitar setengah sendok teh ke lengan atas dan bahu setiap hari.

Empat bulan pertama, pria akan menggunakan gel setiap hari, sementara pasangan mereka tetap akan menggunakan kontrasepsi pilihan mereka.

Jika jumlah sperma pria turun ke tingkat yang diinginkan maka fase berikutnya adalah mencoba menggunakan gel sebagai satu-satunya kontrasepsi selama setahun.

“Saya yakin jika pria menggunakan gel setiap hari dan mengaplikasikannya dengan benar. Itu akan efektif,” tutur Stephanie Page, peneliti utama dalam studi ini dikutip dari Futurism, akhir tahun 2017 yang lalu.

Namun, yang perlu dicatat adalah relawan pria tidak boleh sampai kelupaan karena gel sudah diatur untuk menekan produksi sperma selama 72 jam saja.

“Tidak memerlukan banyak usaha untuk mengaplikasikannya. Hanya perlu mengingat untuk menggunakannya setiap hari,” kata Diana Blithe, direktur program pengembangan kontrasepsi di National Institute of Child Health and Human Development.

Tim peneliti juga telah menunjukkan bahwa ada permintaan untuk produk ini. Meski demikian, kita mesti bersabar. Sebab masih dibutuhkan beberapa tahun lagi sebelum akhirnya gel itu tersedia secara luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *