Indonesia di ASEAN Plus Music & Culinary Festival 2016 Laos
“Tahun lalu Indonesia memberi usul penyelenggaraan acara kuliner sekaligus musik. Sebagai apresiasi tanda terima kasih untuk masyarakat Laos yang sudah membantu menyelenggarakan ASEAN summit. Wakil menteri luar negeri Laos yang menangani ASEAN hadir waktu pertemuan itu dan menyambut positif usulan ini,” kisah Irmawan kepada Detikcom (12/11).
Negara anggota ASEAN kemudian menyetujui usulan ini. Begitu pula dengan negara mitra wicara (dialogue partners). Termasuk Australia, China, European Union, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat.
“Semua setuju, terus kita bicara dengan Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Kementerian Informasi, Budaya dan Pariwisata (MOICT) Laos karena berhubungan dengan seni dan budaya. Akhirnya kami kerja sama buat acara ini. ASEAN Plus merujuk keterlibatan negara dialogue partners juga,” lanjut duta besar yang sudah 2 tahun bertugas di Laos ini.
Perwakilan dari Indonesia antara lain Andra and The Backbone, penyanyi dangdut Oza Kioza dan band indie Rebel Suns. Turut hadir Christian Bautista dari Filipina.
Pertunjukan dimulai dari pukul 18.00-22.00 waktu setempat. Diharapkan 5% dari populasi 760.000 penduduk Vientiane akan datang ke acara ini.
“Kita ambil waktu bersamaan dengan That Luang Festival, perayaan agama tahunan yang bisa menarik 100.000 masyarakat dari seluruh Laos. Dari segitu, kita pikir nggak susah cari audiens. Diharapkan banyak masyarakat laos datang ke sini,” tambah Irmawan.
Terkait kuliner, beberapa negara ASEAN dan dialogue partners ikut mengisi stand dalam festival. Untuk Indonesia, ada Nasi Padang buatan Chef Dwito Nugroho Satmoko, Es Teler 77 hingga demo masak nasi goreng. Sehingga pengunjung bisa menikmati musik sekaligus aneka kuliner.
