Indonesia Gagal Lolos ke 8 Besar, Setelah Ditaklukan UEA Lewat Adu Penalti

0
5b8003ddaaf9e-indonesia-kalah-dari-uea_665_374

Timnas Indonesia U-23 gagal lolos di babak 8 besar cabang olahraga sepak bola pria, setelah ditaklukan Uni Emirat Arab (UEA) lewat babak adu penalti dengan skor 6-5 (2-2) pada laga 16 besar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat, 24 Agustus 2018.

Indonesia memulai laga dengan cukup meyakinkan. Permainan cepat diperagakan skuat asuhan Luis Milla. Bahkan beberpa peluang diciptakan anak asuh Luis Mila ini, diantaranya peluang pertama pada menit kelima. Sayang, Alberto Goncalves gagal membelokkan bola hasil sepakan Febri Hariyadi.

Justru UEA memimpin lewat tendangan penalti Zayed Alameri pada menit ke-20.Gol bermula dari pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Indonesia, Andy Setyo Nugroho terhadap Zayed Alameri pada menit ke-18 di kotak penalti. Wasit Evan Shaun Roberts dari Australia menunjuk titik putih. Kiper Andritany Ardhyasa tak mampu menahan sepakan Zayed dengan salah melompat.

Setelah itu, Indonesia berupaya keras mencari gol. Namun, seluruh serangan pasukan Garuda Muda kandas di lini pertahanan UEA. Skor 1-0 tak berubah sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Luis Milla menarik Adny Setyo dan memasukkan Septian David. Pergantian ini terbukti manjur. Umpan silang Septian dimaksimalkan Beto untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-52.

Tapi skor ini tak  bertahan lama. Hansamu didakwa wasit Shaun Evans menjatuhkan Shaheen di kotak 16. Zayed yang kembali menjadi algojo mengecoh Andritany lewat golnya pada menit ke-65.

Luis Milla merespons gol ini dengan memasukkan Saddil Ramdani pada menit ke-69 menggantikan Irfan Jaya. Indonesia terus menggempur UEA dari kedua sayap.

Melihat gol tak kunjung datang, Luis Milla memasukkan Ilham Udin Armayn menggantikan Febri Hariyadi pada menit ke-87. Kehadiran Ilham membuat Saddil berpindah posisi ke kiri menggantikan daerah yang sebelumnya ditempati Febri.

Perjuangan tanpa kenal lelah Indonesia untuk menyamakan kedudukan akhirnya berbuah hasil. Stefano Lilipaly menyamakan kedudukan 2-2 di menit 94 babak kedua dan memaksa pertandingan sampai babak perpanjangan waktu.

Enam menit babak kedua berjalan, Garuda Muda berhasil mencetak gol. Septian David Maulana melepaskan umpan lambung dari sisi kanan pertahanan UEA. Bola langsung disambar Alberto Goncalves untuk mengoyak gawang UEA yang dikawal Mohamed Alshamsi.

Di babak perpanjangan waktu, Indonesia dan UEA tidak terlalu bermain ngotot. Tim Garuda Muda meski menguasai jalannya pertandingan tidak memilik banyak peluang untuk mencetak gol.

Akhirnya pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah tidak ada gol yang tercipta dalam 2×15 menit.

Indonesia akhirnya harus mengubur impiannya lolos ke babak perempat final setelah kalah di babak adu penalti dengan skor 4-3. Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal menjadi algojo, hanya Beto, Lilipaly dan Hargianto yang sukses menceploskan bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *