Indonesia Jadi Juara di Asia Tenggara Untuk Merk Negara, di Dunia Urutan 16
Patut dibanggakan nama Indonesia muncul dalam laporan tahunan Brand Finance tentang 100 merek negara paling berharga di dunia. Di laporan ini, Indonesia berada di urutan 16. Nilainya mencapai USD 848 miliar.
Yang lebih membanggakan lagi Indonesia berada diurutan puncak untuk kawasan Asia Tenggara dan berhasil mengalahkan Singapura yang digadang-gadang berpotensi diurutan pertama untuk urusan merk negara.
Singapura berada di urutan ke dua, dengan nilai USD 530 miliar. Bahkan diurutan dunia Singapura masih kalah dengan Indonesia karena hanya menempati posisi 28.
Setelah Singapura, ada Malaysia yang berada di peringkat 29 dengan nilai USD 523 miliar. Disusul Thailand yang berada di peringkat 31 dengan nilai merek USD 509 miliar.
Sementara urutan dunia, masih dipegang Amerika Serikat. “Dalam studi tahun ini, kami melihat AS mempertahankan statusnya sebagai negara paling berharga di dunia, meski citra publik negatif Presiden AS Donald Trump,” ujar CEO Brand Finance, David Haigh
Kemudian merek negara paling berharga lainnya yaitu China yang berada di urutan kedua senilai USD 12,77 triliun atau tumbuh 25 persen dari periode 2017.
Disusul Jerman dengan nilai USD 5,14 triliun atau tumbuh 28 persen. Di posisi empat ditempati oleh Inggris dengan nilai USD 3,75 triliun atau bertambah 20 persen. Selanjutnya posisi lima ditempati oleh Jepang dengan nilai USD 3,59 triliun.
Selanjutnya ada Prancis yang berada di posisi enam dengan nilai USD 3,22 triliun. Disusul Kanada di posisi ketujuh dengan merek negara paling kuat. Nilainya mencapai USD 2,22 triliun.
Lalu Italia di posisi delapan dengan nilai merek USD 2,21 triliun. Posisi sembilan ditempati India yang menjadi merek negara paling berharga senilai USD 2,15 triliun. Di urutan 10 ditempati Korea Selatan dengan nilai merek USD 2 triliun.
Perusahaan konsultan penilaian merek global ini mengevaluasi merek nasional suatu negara berdasarkan keadaan di negaranya dan ekonomi secara keseluruhan dengan mempertimbangkan berbagai faktor sosio-ekonomi.
Laporan ini menyebutkan negara-negara dengan kategori kuat membuktikan bahwa iklim investasinya sangat baik, mudah untuk mendorong investasi masuk, nilai ekspornya begitu kuat, diminati wisatawan serta sumber daya manusianya terampil.
“Pariwisata adalah sumber pemasukan potensial utama untuk semua negara. Namun, persaingan sangat ketat dan sangat penting untuk memastikan semua titik dari merek diselaraskan untuk memberikan pengalaman terbaik,” sebut laporan tersebut.
