Indonesia Masuk Barisan Terdepan Perdamaian Gaza, 8.000 TNI Disiapkan
Puluhan prajurit TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL sedang mengikuti upacara kenaikan pangkat di Geladak KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367, (Foto: TNI AL)
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari lima negara pertama yang ditetapkan untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza dalam kerangka misi Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP). Keputusan tersebut menjadi salah satu poin penting yang disepakati dalam pertemuan perdana BoP yang digelar di Washington D.C.
Selain Indonesia, empat negara lain yang turut ambil bagian dalam gelombang awal pengiriman pasukan adalah Morocco, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Kelima negara ini dipilih untuk menjadi tulang punggung awal Pasukan Stabilisasi Internasional yang bertugas menjaga implementasi gencatan senjata dan mendukung transisi menuju situasi yang lebih aman dan kondusif di Gaza.
Presiden RI Prabowo Subianto pun menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gazza. Jumlahnya yang akan diterjunkan tidak tanggung-tanggung sebanyak 8000 personel, bahkan bisa lebih.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan perdana Board of Peace yang digelar di Washington D.C, Kamis (19/2/2026). Forum ini turut dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para delegasi dari berbagai negara itu
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak sekadar bergabung secara simbolis, tetapi benar-benar berkomitmen untuk memastikan keberhasilan misi perdamaian tersebut.
“Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak rintangan. Akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump. Visi perdamaian sejati ini akan tercapai,” lanjutnya.
Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa berbagai tantangan yang muncul dalam proses perdamaian dapat diatasi secara kolektif oleh negara-negara anggota BoP.
“Akan ada masalah, tetapi kita akan menang. Kita akan mencapai impian kita tentang perdamaian di Palestina, perdamaian, solusi yang langgeng dan damai untuk masalah Palestina dan di Gaza,” tegasnya.
Presiden Prabowo turut mengapresiasi tercapainya gencatan senjata yang dinilainya sebagai langkah konkret menuju stabilitas yang lebih permanen.
“Pencapaian gencatan senjata itu nyata. Kami memuji hal ini. Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika perlu,” ungkapnya.
Ia memastikan Indonesia siap berperan aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di bawah Board of Peace untuk menjaga keamanan dan memastikan implementasi kesepakatan damai berjalan efektif.
“Kami siap menyumbangkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional untuk mewujudkan perdamaian ini,” kata Prabowo.
