BusinessEconomic

Indonesia Mengundang Influencer dari ASEAN Untuk Mempromosikan Berbagai Destinasi Pariwisata

Perkembangan teknologi digital turut membawa perubahan perilaku wisatawan. Karenanya, cara mempromosikan pariwisata pun turut berubah. Salah satunya dengan memanfaatkan influencer untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata.

Indonesia pun mengundang influencer dari ASEAN untuk mempromosikan berbagai destinasi pariwisata di tanah air untuk menyasar turis dari kawasan. Indonesia juga menawarkan hal sebaliknya, agar influencer bisa mempromosikan pariwisata milik negara ASEAN lainnya.

“Sama seperti di Indonesia. Kita tahu influencer lebih berpengaruh, jadi dalam sidang kami katakan kami undang influencer dari negara ASEAN atau rekanan. Itu yang hampir semua negara lakukan, akhirnya. Kami tawarkan influencer dari negara lain ke kita dan sebaliknya. Jadi juga mengikuti tren yang ada,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani dalam ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 yang digelar di Gadong, Brunei Darussalam, Rabu (15/1/2020)

AFT 2020 kali ini fokus menyoroti tren perkembangan digital dalam sektor pariwisata.

Rizki menyebutkan perubahan perilaku wisatawan di era teknologi sudah disadari oleh hampir semua negara. Oleh karena itu, digitalisasi juga akan masuk dalam ASEAN Tourism Strategic Plan karena akan mempengaruhi cara melakukan promosi pariwisata.

Rizki menyebut Indonesia telah mengadaptasi perubahan tersebut dengan perlahan mengubah cara promosi, yakni dengan menggunakan jasa influencer.

Pada saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri ATF 2020, Ketua ASEAN Tourism Ministers Meeting dan Ketua Dewan Pengarah ASEAN Tourism Forum 2020 Dato Seri Setia Haji Ali bin Apong mengatakan digitalisasi menuntut perubahan, khususnya oleh pelancong generasi mendatang.

“Karena itu kami harus maju, diharapkan diskusi ini para menteri bisa memberi perspektif bagaimana kita bisa menyediakan dan mewujudkan dan pengalaman yang berarti di ASEAN,” katanya.

Dato Seri Setia Haji Ali juga menyebutkan bahwa industri pariwisata ASEAN terus tumbuh dan satu dekade terakhir dan terus menjadi kontributor dalam pembangunan sosial ekonomi di kawasan tersebut.

Ia menyebut ASEAN telah menerima 133 juta kunjungan wisata pada 2019, naik 7% dibanding tahun sebelumnya termasuk 37% kunjungan intra ASEAN pada 2018.

Kunjungan turis telah memberikan sumbangan bagi perekonomian ASEAN. Mengutip ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016–2025, pada 2013 ASEAN meraup US$112,6 miliar dari kedatangan turis. Juga, US$294,4 miliar tambahan dari aktivitas terkait pariwisata, seperti travel and tour, belanja, entertainment, transportasi dan sektor terkait lainnya. Angka tersebut mencapai 12,3% dari PDB regional.

Untuk menghadapi tantangan ke depan, ASEAN juga secara resmi meluncurkan laman pariwisata baru, yakni visitseasia.travel di mana pengguna bisa mengakses informasi hingga calendar of event dari 10 negara ASEAN.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close