Indonesia Punya Rumah Singgah Peduli Kanker “Arang Bambu”

0
1575866070

Peresmian Rumah Singgah Peduli Kanker ini adalah wujud inisiasi BLI terhadap pengobatan kanker dari Iptek dan inovasi hasil litbang BLI.

Kepala Pusat Litbang Dr. Dwi Sudharto Mengatakan,  Terkait itu, inisiator Rumah Singgah Peduli Kanker di Aek Nauli ini, penerapan teknologi arang terpadu dan bambu ini adalah kontribusi P3HH dalam mendukung smart eco-tourism di kawasan Danau Toba. Seperti diketahui, pengembangan Danau Toba merupakan salah satu program Prioritas Nasional saat ini.

“P3HH, salah satu Pusat Litbang BLI telah memformulasikan tahapan rencana pengembangan “Rumah Singgah Peduli Kanker” di BP2LHK Aek Nauli bekerja sama dengan CTECH Labs (Edwar Technology) untuk uji coba dan mengaplikasikan kombinasi teknologi arang terpadu dan bambu, inovasi BLI dengan teknologi alat kesehatan Dr. Warsito yaitu ECCT (Electro Capacitive Cancer Therapy) yang berbentuk rompi, selimut dan lain-lain pada hewan dan manusia,” ujar Dwi

Dwi Menambahkan, Selain itu kerja sama juga dilakukan dengan LIPI untuk pengembangan jenis bamboo melalui modifikasi genetik untuk pencegahan dan pengobatan kanker atau yang kami sebut “bambu kanker.

Dalam penjelasannya, Dwi mengatakan, diresmikannya “Rumah Singgah Peduli Kanker” hari ini adalah permulaan dalam grand design “Carbon Bamboo Cancer Care Center” yang telah disusun untuk dapat diwujudkan dalam waktu lima tahun ke depan.

“Dalam rumah singgah ini, pengunjung akan mendapatkan produk-produk teknologi pengolahan dan pemanfaatan bambu seperti mebel, flooring, papan lamina, dan produk kesehatan fungsional olahan bambu hasil penelitian unggulan seperti arang teh celup, asap cair bambu, arang kosmetik, arang kapsul, kaosarang, serta rompi terapi kanker” Kata Dwi

Jika nanti bambu kanker sudah dihasilkan dalam dua tiga tahun ke depan, masyarakat dapat membawa bibit bambu kanker unggul untuk ditanam di tempat masing-masing. Selain itu, sebagai rangkaian wisata ilmiah ini, juga telah dikembangkan juga rumah tungku sebagai media belajar membuat arang terpadu sekaligus untuk memproduksi berbagai produk kesehatan tersebut.

Mewakili CTECH Labs (Edwar Technology), Suhaemi menjelaskan bahwa Rumah singgah ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat, sebagai forest healing, bagi masyarakat yang memang sengaja berkunjung ke BP2LHK Aek Nauli atau singgah saat menuju Danau Toba. Nanti di Rumah Singgah Peduli Kanker, Edwar Technology selaku mitra BLI akan melatih tenaga-tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pemeriksaan dan terapi yang sesuai standar. Teknologi Dr. Warsito ini telah digunakan di Polandia, Jepang, Turki dan juga Qatar.

“Ke depan, dalam rumah singgah ini juga masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kanker menggunakan alat ECVT, Electrical Capacitance Volume Tomography, dari Edwar. Alat deteksi kanker empat dimensi yang sangat terjangkau harganya, juga berbagai teknologi pengobatan kanker, tidak hanya kanker tapi juga jantung, stroke dan hipertensi, yang bersahabat,” ujar Suhaemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *