itb indonesia

Internationale Tourism Borse (ITB) Berlin di Mese, Berlin, Jerman resmi dibuka pada Rabu, 8 Maret 2017 waktu setempat. Ada 180 negara ikut ambil bagian dalam pameran dan bisnis pariwisata terbesar ini, tak terkecuali Indonesia. ” Maritime and Cultural Diversity” merupakan tema yang diusung Indonesia dalam acara tahunan ini.

Tujuan dari tema tersebut, yakni mengenalkan potensi maritim, kesenian, budaya, keberagaman dan keramahtamahan dari masyarakat Indonesia, khususnya dalam menyambut pengunjung.

Seperti yang dilansir koran Kompas, Kementerian Pariwisata menargetkan pemasukan devisa sebesar Rp 8 triliun-Rp 10 triliun rupiah dari keikutsertaan Indonesia dalam acara ini.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementrian Pariwisata, Nia Niscaya di Berlin, mengatakan target itu dinaikan 20 persen dari realisasi ITB tahun lalu yakni sebesar Rp 6,5 triliun. Devisa ini diharapkan diperoleh dari forum bisnis (B to B) dan bisnis ke konsumen (B to C). Melalui kedua forum itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dapat meningkat dan sesuai dengan target pemerintah yakni 15 juta wisman untuk tahun 2017.

“Melalui ITB pula pemerintah daerah diajak untuk mempromosikan potensi daerahnya masing-masing. Ada sembilan pemerintah daerah yang ikut dalam rombongan sebagai peserta pameran,” ujar Nia.

Secara keseluruhan untuk ITB tahun ini, Indonesia membawa 135 pesera. Selain pemda, jumlah tersebut terdiri dari pelaku industri pariwisata nasional.

Untuk mengambarkan tema yang diusung, paviliun Indonesia di ITB 2017, mengusung ikon kapal pinisi, rumah tradisional Waerebo dan alam maritim Raja Ampat. Dalam kesempatan itu pula Indonesia menghadirkan mixologist bar, virtual reality, spa, kopi nusantara, seni lukis tangan hena dan tarian budaya.

Dalam ITB ini, kementerian pariwisata tidak hanya mengicar pasar eropa, tetapi daerah-daerah disekitarnya terutama timur tengah dan eropa timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *