Indonesia Tegaskan Peran Global, Presiden Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Tiongkok di Beijing

0
presidenri.go.id-04092025093731-68b8fb6b52da66.24937023

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen aktif Indonesia dalam hubungan internasional dengan menghadiri peringatan 80 tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok melawan agresi Jepang. Acara megah yang digelar di Lapangan Tian’anmen, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), itu menjadi momen bersejarah yang mempertemukan 26 pemimpin dunia dan organisasi internasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi acara dengan penuh penghormatan, berjalan melewati barisan pasukan kehormatan yang menyambut kedatangannya. Setibanya di Tian’anmen, Kepala Negara diarahkan menuju leaders lounge, tempat para pemimpin dunia berkumpul sebelum upacara dimulai.

Di ruang tersebut, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Ibu Negara, Madam Peng Liyuan. Keduanya menyambut hangat kehadiran Presiden Indonesia, menandai hubungan bilateral yang kian erat antara Indonesia dan Tiongkok.

Momen yang menjadi sorotan publik internasional terjadi saat sesi foto bersama para pemimpin negara. Presiden Prabowo tampak berdiri di sisi kanan Presiden Rusia, Vladimir Putin—sebuah posisi strategis yang mencerminkan pengakuan terhadap peran dan posisi Indonesia di panggung global.

Selain Presiden Putin, tampak pula tokoh-tokoh penting dunia lainnya seperti Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Duduk Bersama Para Pemimpin Besar Dunia

Presiden Prabowo kemudian bergabung dengan para pemimpin lainnya di Tian’anmen Rostrum, tribun utama untuk menyaksikan parade militer dan perayaan budaya yang digelar setiap 10 tahun sekali oleh pemerintah Tiongkok. Di tribun kehormatan tersebut, Prabowo duduk berdampingan dengan Presiden Vladimir Putin dan Premier Tiongkok, Li Qiang.

Momen ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya dalam percaturan diplomasi internasional, sembari mempererat jejaring kerja sama dengan negara-negara sahabat.

Tak hanya dihadiri oleh para kepala negara dan kepala pemerintahan, perayaan ini juga dihadiri oleh tokoh penting dari organisasi internasional. Salah satu yang hadir adalah Dilma Rousseff, mantan Presiden Brasil yang kini menjabat sebagai Presiden New Development Bank (NDB). Hal ini menambah dimensi penting dalam konteks kerja sama global yang berkembang lintas kawasan.

Diplomasi di Balik Jamuan Negara

Setelah parade dan perayaan di Tian’anmen selesai, Presiden Prabowo dan para pemimpin negara lainnya diundang menghadiri jamuan kenegaraan di Great Hall of the People. Jamuan ini diselenggarakan oleh Presiden Xi Jinping sebagai bentuk penghormatan dan sekaligus ajang diplomasi informal yang mempererat hubungan bilateral maupun multilateral antarnegara.

Dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban, Presiden Prabowo terlihat berbincang akrab dengan sejumlah pemimpin negara, menunjukkan pendekatan diplomasi personal yang menjadi ciri khas gaya kepemimpinannya.

Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan pertunjukan seni dan budaya khas Tiongkok yang memukau para tamu undangan. Dari tarian tradisional hingga pertunjukan musik orkestra, acara penutup menjadi simbol kedekatan budaya antarbangsa yang hadir.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam perayaan ini bukan hanya simbol hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga mencerminkan peran strategis Indonesia dalam menjaga perdamaian dan kerja sama global. Dalam suasana dunia yang penuh dinamika, keikutsertaan aktif Indonesia dalam forum internasional menjadi penegasan bahwa diplomasi Indonesia tetap berlandaskan prinsip non-blok, dialog, dan kolaborasi lintas bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *