Indonesia Tegaskan Tak Campuri Konflik Amerika Serikat–Venezuela

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menggelar jumpa pers di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 6 Januari 2025. (Foto: BPMI Setpres)
El John News, Jakarta-Sikap Pemerintah Indonesia terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela akhirnya disampaikan secara terbuka. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Indonesia memilih untuk tidak mencampuri konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di Hambalang, Selasa (6/1/2026). Ia menegaskan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan upaya menjaga stabilitas nasional dibandingkan terlibat dalam dinamika konflik luar negeri, termasuk isu penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh militer Amerika Serikat di Caracas pada 3 Januari 2026.
Menurut Prasetyo, ketegangan yang terjadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing negara yang bersangkutan. Ia menambahkan bahwa sikap resmi Indonesia telah disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri.
“Kita lebih baik fokus ke dalam negeri. Pak Menteri Luar Negeri sudah menyampaikan bahwa itu merupakan urusan masing-masing negara,”
Meski demikian, Prasetyo memastikan Pemerintah Indonesia tetap mencermati perkembangan situasi internasional yang terjadi ke depan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono melalui akun media sosialnya menyampaikan keprihatinan atas tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Ia menilai penggunaan maupun ancaman kekuatan dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko mengganggu tatanan hubungan internasional,”
Sugiono juga menilai bahwa tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan serta melemahkan prinsip kedaulatan negara dan diplomasi. Ia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menentukan arah dan masa depan bangsanya sendiri.
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk mengedepankan dialog dan menahan diri,” tegas Sugiono.
