Industri Ekonomi Kreatif Menjadi Salah Satu Penyumbang Terbesar PDB

0
20160224-triawan-munaf_20160224_171440

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan pertumbuhan industri kreatif Indonesia menunjukan tren yang positif. Dengan pertumbuhan yang meningkat ini, maka  sektor ekonomi kreatif menjadi sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Beruto (PDB).

Triawan menyebut, dari tahun ke tahun nilai PDB  yang dihasilkan dari sektor ekonomi kreatif terus naik. Di tahun 2017 saja, PDB yang dihasilkan dari ekonomi kreatif mencapai Rp1.009 triliun. Untuk tahun ini, sudah mencapai Rp1.105 triliun. Jumlah tersebut bisa bertambah, karena  tahun ini masih menyisakan satu bulan lagi.

Sektor  yang memiliki kontribusi besar dalam mendongkrak PDB dalam industri ekonomi kreatif adalah fesyen, kuliner dan craft atau kriya. Ketiga sektor itu selalu menjadi  mengungglui sektor yang lainnya yang masuk dalam industri ekonomi kreatif.

“Saat ini, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) berbasis ekonomi kreatif dengan mudah meraih pasar dengan dukungan e-commerce. Seperti halnya, Bukalapak. Bukalapak sudah memiliki empat juta pelapak dari seluruh Indonesia. Itu baru 3-4 persen dari ritel Indonesia. Jadi, masih banyak produk Indonesia yang akan bertumbuh, kata Triawan, Sabtu, 24 November 2018

Bekraf sendiri, sambungnya, mendorong agar para pelaku UMKM ini tidak hanya sebagai UMKM saja, tapi menjadi usahawan baru dengan penghasilan miliaran rupiah demi menyejahterakan ekonomi Indonesia. Menurut Triawan, saat ini pemerintah mendukung berkembangnya akses internet di seluruh pelosok Indonesia dengan menggunakan Palapa Ring.

Palapa Ring adalah jaringan optik yang berada di 57 kabupaten/kota dan wilayah 3 T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang mendukung penetrasi internet di seluruh Indonesia. Adanya Palapa Ring, luar biasa terhubungannya antara daerah yang satu dengan yang lain. Diharapkan ke depannya kontribusi ekonomi kreatif yang sekarang ini saja pada PDB sudah setiap tahun sebesar Rp100 triliun, dapat bertambah atau double, ungkapnya. Ia mengingatkan agar pelaku pasar Indonesia meniru strategi Tiongkok dalam memanfaatkan pasar mereka sendiri. Setelah itu, melakukan ekspansi ke luar negeri. Local first and global later, pungkas Triawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *