Ingatkan Persaudaraan, ACT Gelar Night Charity Concert for Lombok

0
charity

Meriahnya Kota Yogyakarta tidak lepas dari keramaian Malioboro. Selain tugu jogja dan alun-alun, spot-spot menarik untuk dikunjugi dikala akhir pekan ialah jalan-jalan ke Malioboro, selain dikenal dengan pasarnya yang menjual berbagai busana batik, Malioboro juga dikenal dengan oleh-oleh khas Jogja nya. Jika pernah melintasi sepanjang jalan malioboro, akan didapati dari ujung utara hingga ujung selatan padat dengan pengunjung dan pengguna Jalan.

Salah satu spot final jika berkunjung di Malioboro ialah titik nol km Jogja, selain karena tempatnya yang berada di ujung selatan Malioboro, tempat ini juga menjadi pusat keramaian ketika menjelang malam dan sudah dapat ditebak diakhir pekan nol km Jogja akan menjadi pilihan menarik untuk sekedar jalan-jalan, berfoto maupun sekedar melepas penat.

Nah, pada Sabtu (22/9/2018) malam Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY membuat acara seru, bertemakan Charity For Lombok, pengunjung jalan nol km Jogja disuguhi dengan permainan musik band dan cerita pengalaman para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan di Lombok.

Ditemani group band 0 Km Kustik, acara yang digelar di pelataran titik nol km Jogja ini ternyata mampu menyedot perhatian pengunjung, asyiknya lantunan lagu yang dibawakan dan serunya cerita dari para relawan MRI, membuat para pengunjung yang kebanyakan adalah kawula muda ini betah hingga acara selesai.

Tak lupa sembari menikmati konser, para relawan MRI juga turut aktif menggalang donasi untuk para korban gempa Lombok. Kotak-kotak donasi yang bertuliskan Bersatu Bantu Lombok itu diedarkan dan disebarkan ditengah keramaian pengunjung dan pengguna jalan nol km Jogja.

Nasrudin selaku ketua panitia acara mengemukakan “Harapan kita dengan acara seperti Charity For Lombok ini, bermain musik tidak sekedar untuk kesenangan, tetapi juga ada semacam nilai kepedulian bersama untuk saudara-saudara kita di Lombok yang tengah ditimpa musibah”.

“Nantinya hasil donasi yang terkumpul InsyaAllah akan disalurkan melalui ACT untuk para korban gempa Lombok” tambahnya.

Tak hanya bermain musik, salah satu pengunjung yang hadir juga turut simpatik atas kondisi terkini di Lombok.

Ina namanya, salah satu pengunjung yang terpanggil untuk membawakan sajak puisi bertemakan duka masyarakat Lombok itu menyampaikan bait-bait puisi dengan penuh penghayatan, seakan mengirim pesan kepada kita semua untuk selalu mendoakan para korban gempa Lombok agar kehidupan mereka segera pulih.

“Kami akan terus dukung program-program kemanusiaan dari ACT, terutama untuk membantu para korban di Lombok, nanti jika ada acara lagi kita siap untuk kerjasama kembali,” ujar Hanung selaku koordinator musik 0 km Kustik. Duka Lombok adalah duka kita bersama, semoga ikhtiar untuk selalu memberi yang terbaik kepada saudara kita di Lombok senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *