Petani Dusun Njenengan Kembangkan Mina Padi Kolam Dalam

0
ikan tanam

Petani Dusun Njenengan Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Sleman mengembangkan budidaya minapadi kolam dalam. Metode ini menghasilkan keuntungan yang berlipat bagi petani.

Teknologi ini berbeda dengan minapadi pada umumnya. Karena setiap 2,5 meter lahan padi dibuat parit dengan kedalaman 0,8-1 meter. Sedangkan pada mina padi biasa kedalam paritnya hanya 0,5 meter.

“Kolam dalam ini membuat pergerakan ikan menjadi lebih leluasa. Sinar matahari juga leluasa masuk ke tanah, sehingga pertumbuhan ikan juga dapat lebih maksimal,” ujar Penanggungjawab Mina padi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta Sugeng Widodo disela-sela panen raya, Selasa (25/9/2018).

Model teknologi minapadi kolam dalam dalam sistem jajar legowo 2:1. Menggunaan VUB padi Inpari 30, Inpari 33, Inpari 42 GSR , Inpari 43 GSR dan Ciherang serta pemberian extragen. Model pembesaran Nila Merah ukuran tebar 4 ekor/1m2 pemupukan rekomendasi. Rerata VUB padi 5 varietas tersebut diatas 8,0 ton/ha GKP dengan menggunakan kombinasi pupuk kimia rekomendasi.

“Untuk penggunaan extragen murni pada pola minapadi harapannya untuk mendapatkan padi organik produktivitasnya dibawah 6,5 ton/ha. Tapi memiliki kelebihan harga jual relatif lebih tinggi dibandingkan minapadi dengan pupuk kimia,” jelasnya.

Berdasarkan analisis usahatani pola minapadi yang dikembangkan layak karena nilai rasio RC diatas 1,0 yaitu sekitar 2,4. Untuk Mina padi sumur dalam ini menghasilkan ikan nila sebesar 2,85 ton.

Salah satu petani Suwarno sudah merasakan keuntungan dengan budidaya ini. Pasalnya hasil panen lebih bagus dibandingkan yang biasa. Apalagi di daerah sini ketersediaan airnya juga cukup banyak.

“Untuk kendala pada hama ikan saja. Ada beberapa burung. Namun sudah kita antisipasi dengan memasangkan jaring. Dan itu cukup efektif,” urainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *