Ini Kuliner Khas Lebaran Yang Paling Dicari
Salah satu yang membuat orang-orang yang tinggal di daerah perantauan rindu akan kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri tiba adalah sajian menu khas daerah kampung halaman yang dimasak oleh orangtua atau keluarga yang dihidangkan pada saat Hari Raya. Momen ini tentu menjadi yang sangat dinanti-nanti, karena tidak semua masakan khas kampung halaman bisa dinikmati di daerah perantauan.
Di hari istimewa ini, dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, umat Islam selalu berusaha menyajikan menu terbaik untuk dihidangkan kepada para tetamu yang datang. Tidak hanya makanan berat yang biasa dimakan dengan nasi, namun juga makanan ringan berupa camilan pun disajikan dengan varian bentuk dan cita rasa yang beraneka ragam.
Ketupat
Ketupat memang sudah menjadi salah satu makanan khas saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Hampir di semua daerah di Indonesia menyajikan menu ini, namun tentu dengan sajian yang berbeda-beda sesuai dengan ke-khas-an daerah masing-masing.
Di daerah Sumatera misalnya, sebagian besar orang menyajikan ketupat dengan sayur nangka atau sayur pakis yang sudah dimasak dengan berbagai macam rempah dan dicampur santan. Atau ada juga yang menyajikannya dengan kuah kacang, seperti layaknya bumbu sate.
Di tempat lain, sebagian besar daerah di Pulau Jawa, ketupat lebih banyak disajikan dengan menu opor ayam dengan cita rasa yang tentu berbeda dengan daerah Sumatera yang lebih dominan dengan cita rasa pedas. Namun di daerah Pulau Jawa, cita rasa yang disajikan lebih kepada rasa manis.
Selain itu, makanan khas lainnya yang lumrah disajikan bersama ketupat, di antaranya adalah kupat tahu (Sunda), katupat kandangan (Banjar), grabag (Magelang), kupat glabet (Kota Tegal), coto makassar (Makassar), lotek, tipat cantok (Bali), serta gado-gado yang juga dapat dihidangkan dengan ketupat atau lontong.
Ketupat memang tidak hanya ditemui di Indonesia, Anda bahkan bisa menemukan sajian ini di beberapa negeri tetangga, misalnya Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, dan lainnya.
Di pulau Bali, ketupat yang biasa disebut tipat, sering dipersembahkan sebagai sesajian upacara. Selain untuk sesaji, di Bali ketupat juga dijual keliling untuk makanan tambahan yang setaraf dengan bakso, terutama penjual makanan ini banyak dijumpai di Pantai Kuta dengan didorong keliling di sana.
Dalam pembuatan anyaman ketupat dibutuhkan keahlian dan ketelatenan. Selain sedikit rumit bagi para pemula, ternyata bentuk anyaman ketupat ini pun tidak semuanya sama. Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut tujuh yang lebih umum kita temui dan jajaran genjang bersudut enam. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk pembuatannya pun perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang dan lebar, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
Setelah ketupat selesai dianyam, barulah dimasukkan bahan dasarnya berupa beras sesuai takaran, kemudian direbus hingga matang dan siap disajikan.
Lemang
Lemang merupakan penganan yang berbahan dasar beras ketan dan dimasak dalam seruas bambu yang sebelumnya sudah dilapisi dengan selembar daun pisang. Setelah beras ketan dimasukkan kedalam seruas bambu, lalu dituangkan santan kelapa sesuai takaran lalu dibakar dengan cara disandarkan pada sebilah besi panjang dengan api yang cukup besar hingga matang.
Memasak Lemang juga terbilang cukup rumit, karena harus benar-benar diperhatikan agar tidak hangus pada salah satu bagian. Meski penganan yang satu ini lebih nikmat disantap ketika masih hangat, namun karena proses memasak terbilang cukup rumit dan lama, maka sajian yang satu ini biasanya dimasak sehari sebelum Hari Raya.
Cara mengkonsumsi Lemang juga berbeda-beda di tiap daerah. Ada yang senang menikmatinya dengan cita rasa manis dengan menambahkan selai, kinca atau serikaya, namun ada juga yang suka menyantapnya dengan cita rasa asin, yaitu dengan menambahkan rendang, telur, sambal, dan lauk-pauk lainnya. Selain itu juga ada cara lainnya menikmati Lemang, yaitu dengan menyantapnya dengan buah-buahan seperti durian dan lainnya.
Karena proses memasak yang rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama, maka Lemang menjadi makanan yang cukup sulit ditemukan pada hari-hari biasa.
Namun selain pada momen Hari Raya Idul Fitri, Anda juga bisa menemukan sajian Lemang ini pada peringatan hari-hari besar Islam lainnya, seperti Hari Raya Idul Adha, Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Peringatan Isra’ Mi’raj, Perayaan Tahun Baru Islam, dan acara lainnya.
Rendang
Makanan khas Sumatera Barat ini, yang pada tahun 2011 menduduki peringkat pertama di World’s 50 Most Delicious Foods sebagai makanan terlezat di dunia versi CNN International, bisa dikatakan sudah menjadi masakan khas seluruh daerah di nusantara. Maka tidak heran, Rendang atau Randang dalam Bahasa Minang, menjadi makanan yang selalu dihadirkan pada saat-saat acara besar, termasuk Hari Raya Idul Fitri.
Memasak Rendang membutuhkan waktu yang cukup lama, bisa lebih dari 4 jam. Perlu kesabaran dalam mengaduk adonan hingga menjadi masakan yang siap santap. Api nya pun juga perlu diperhatikan agar adonan tidak sampai hangus.
Selain itu, aneka rempah yang digunakan pun sangat beragam dan harus teliti agar rasa masakan sesuai dengan yang diharapkan.
Proses memasak yang bisa saja memakan waktu hingga berjam-jam ini, pada akhirnya akan menghasilkan potongan-potongan daging yang dilumuri bumbu berwarna hitam pekat dengan cita rasa yang sangat lezat.
Rendang biasanya dimasak menggunakan bahan dasar daging sapi. Namun seiring berkembangnya zaman, banyak juga yang menggunakan daging ayam, kambing, dan lainnya, sesuai dengan selera. Bahkan di beberapa daerah, selain bahan utama berupa daging sapi, juga ditambahkan bahan lainnya seperti kacang merah atau kentang seukuran jempol sebagai tambahan. 
Dalam suhu ruangan, Rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Bahkan saat ini sudah banyak tersedia Rendang kemasan yang dijual dan terbukti bisa bertahan hiingga lebih dari satu bulan. Hal ini tentu lebih memudahkan bagi Anda yang suka traveling namun sulit menemukan makanan yang pas di lidah, Anda bisa membawa Rendang kemasan sebagai lauk agar tetap bisa menikmati makanan lezat seperti makanan rumahan.
Soto
Saat lebaran, soto memang menjadi salah satu menu andalan yang turut disajikan bersama menu makanan lainnya. Salah satu sajian soto yang proses pembuatannya cukup mudah adalah Soto Banjar yang merupakan soto khas Suku Banjar, Kalimantan Selatan. Soto dengan bahan utama ayam, serta memiliki aroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkih.
Seperti halnya soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tetapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.
Adakalanya pembuatan kuah soto banjar dapat dicampurkan dengan sedikit susu yang membuat warna kuahnya mejadi tidak bening, tetapi agak sedikit keruh. Soto ini berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel, kentang rebus, rebusan telur, potongan wortel dan ketupat.
Sajian ini sangat cocok dihidangkan pada saat acara-acara besar, termasuk Hari Raya Idul Fitri, sebagai menu utama yang dihidangkan dalam menyambut tamu yang datang.
Selain makanan berat yang biasanya disajikan bersama nasi atau penganan berbahan dasar beras, saat lebaran biasanya juga tersaji beraneka macam camilan atau makanan ringan lainnya yang menghiasi meja makan serta meja ruangan tamu untuk menjamu para kerabat yang datang.
Kembang Goyang
Kembang Goyang termasuk salah satu penganan yang cukup langka dan jarang ditemukan kecuali pada hari-hari tertentu, lebaran misalnya. Kembang Goyang biasanya dibuat sendiri di rumah masing-masing sesuai selera. Ada yang dibuat dengan cita rasa manis, asin bahkan pedas.
Menurut Wikipedia, Kue Kembang Goyang ini adalah salah satu kue tradisional khas Betawi. Nama Kembang Goyang itu sendiri berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya yang digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan.
Kue Kembang Goyang dibuat dari tepung beras dengan campuran bumbu-bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, telur, dan bumbu lainnya sesuai dengan cita rasa yang diinginkan.

Selain memiliki cita rasa yang beraneka, kue Kembang Goyang ini juga memiliki warna yang sangat bervariasi. Selain warna dasar yang kuning kecoklatan, saat ini sudah banyak yang menambahkan pewarna makanan dengan warna pink, hijau, dan lainnya. Dengan warna yang bervariasi, menjadikan tampilan cantik ketika ditata rapi di dalam toples bening.
Kue Kembang Goyang juga menjadi salah satu kue tradisional nusantara yang disajikan untuk tamu yang bersilaturahmi karena memiliki rasa yang renyah dan gurih.
Di daerah Sumatera, kue Kembang Goyang ini lebih dikenal dengan nama kue Kembang Loyang, yang tidak pernah ketinggalan untuk disajikan saat datangnya lebaran.
Sementara bagi masyarakat Bali, khususnya pemeluk agama Hindu, biasanya memakai kue Kembang Goyang ini sebagai salah satu isi sesajian pada hari raya keagamaan, seperti hari raya Nyepi.
Pembuatan kue Kembang Goyang ini sedikit rumit jika belum terbiasa, karena pada saat mencelupkan cetakan ke dalam adonan, cetakan tidak boleh terendam hingga menutupi permukaannya. Sebelum mencelupkan ke dalam adonan, juga harus dipastikan cetakan sudah direndam dalam minyak panas dalam waktu yang cukup lama agar adonan bisa melekat pada cetakan. Begitu pula ketika cetakan dimasukkan ke dalam penggorengan, maka cetakan tidak boleh menyentuk dasar wajan.
Jadi diperlukan ketelitian dan keahlian untuk melakukannya supaya mendapatkan hasil yang bagus sebagaimana bentuk kembang yang cantik dan indah dipandang.
Rempeyek
Jika ada Kembang Goyang, maka biasanya di sampingnya akan tersaji pula Rempeyek atau Peyek yang merupakan camilan berbahan dasar sama dengan Kembang Goyang.
Saat ini Rempeyek bisa kita temui di berbagai pasar tradisional, variannya pun sudah sangat beraneka ragam. Meski sudah sangat banyak dijual di pasar, namun saat lebaran, rasanya kurang afdol kalau tidak membuat Rempeyek sendiri di rumah masing-masing.
Selain disajikan sebagai camilan, Rempeyek juga merupakan sejenis makanan pelengkap dari kelompok gorengan. Secara umum, Rempeyek adalah gorengan tepung beras yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan kental, persis seperti adonan Kembang Goyang namun Rempeyek diberi bahan pengisi yang khas, biasanya biji kacang tanah, kedelai, udang halus, kacang, teri, ikan dan lain-lain, serta juga Rempeyek hanya memiliki dua cita rasa yaitu asin dan sedikit pedas.
Sebagai makanan pelengkap, fungsi Rempeyek sama dengan kerupuk yaitu sebagai pelengkap hidangan.
Nastar
Kue kering seperti Nastar merupakan kue yang sangat banyak digemari masyarakat pada saat momen Hari Raya Idul Fitri tiba. Kue ini biasa disajikan untuk menyambut tamu, maupun keluarga yang berkunjung ke rumah.
Nastar sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu Ananas atau nanas dan Taart atau lebih familiar lagi dengan sebutan pie yang artinya Tart Nanas. Kue yang digemari oleh orang Belanda dengan kue pie atau taart eropa yang biasanya diisi blueberry dan apel.
Karena di Indonesia blueberry dan apel sangat sulit ditemukan kendati belum adanya infrastruktur supermarket di zaman penjajahan Belanda, nanas dipilih sebagai buah penggantinya. Nastar sendiri bentuknya lebih kecil dibanding pie atau tart eropa pada umumnya.
Nastar termasuk kue yang selalu disajikan saat lebaran. Bisa dikatakan ini termasuk deretan kue-kue mahal dan kadang cuma disajikan kepada tamu penting saja, atau juga keluarga dekat.
Cara pembutaan Nastar ini, meski tergolong mudah dan sederhana, tapi jika salah perhitungan tentu bisa mengakibatkan kegagalan. Karena itu, perlu diperhatikan komposisi dan urutan cara pembuatan Nastar hingga mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan.
Bahan dasar pembuatan Nastar yaitu berupa adonan tepung terigu, mentega dan telur yang diisi dengan selai buah nanas. Bentuk kue ini bulat-bulat dengan diameter sekitar 2 cm, di atasnya sering dihias dengan potongan kecil kismis atau cengkeh.
Selain itu sekarang Nastar juga dibuat dengan selai buah lain, misalnya stroberi, bluberi, dan lain-lain. Selain pada momen lebaran, Nastar biasanya juga dihidangkan pada hari-hari raya lainnya seperti Natal hingga tahun baru Imlek.
Jika Anda tidak sempat membuat sendiri di rumah, Anda tidak perlu khawatir karena Nastar sudah sangat banyak dijual di toko-toko kue, toko roti hingga pasar swalayan dengan kemasan toples plastik atau toples kaca. Anda pun bisa memilih varian rasa yang Anda inginkan sesuai selera.
Kuping Gajah
Kue kering yang satu ini merupakan kesukaan anak-anak yaitu Kuping Gajah. Meski demikian, bukan berarti para orang tua tidak boleh mencicipinya.
Memiliki varian rasa dan warna yang berbeda, Kuping Gajah memang selalu menarik perhatian anak-anak ketika bertamu ke rumah kerabat atau tetangga.
Camilan renyah dengan tampilan menarik ini memang tidak pernah mengecewakan. Rasanya yang manis-asin-gurih pun sangat unik dan proses pembuatannya pun cukup mudah dengan bahan dasar yang juga sangat mudah didapat.
Terbuat dari adonan tepung terigu, gula, garam, vanili, telur dan coklat bubuk. bahan-bahan tersebut dicampur menjadi satu dan diuleni hingga bisa terbentuk. Kemudian adonan dioles coklat lalu digulung. Setelah digulung sebaiknya dipadatkan dan di bentuk lonjong lalu didiamkan selama 10 menit. Setelah itu adonan dipotong tipis-tipis dan digoreng hingga gurih.
Jika tidak sempat membuat sendiri di rumah, Anda juga bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional atau swalayan.
Penulis: Yulia Gumay


