Investasi Penanaman Modal di Sulsel Tahun 2017 Lampaui Target
Pemerintah Sulawesi Selatan mencatat investasi penanaman modal senilai Rp11,5 triliun di sepanjang tahun 2017. Jumlah itu di atas target yang direncanakan senilai Rp9 triliun.
Investasi penanaman modal di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat dan selalu memenuhi target pencapaian. Di tahun 2016, misalnya, dari target Rp8 triliun kemudian tercapai Rp8,4 triliun.
Jumlah investasi tertinggi tercatat pada tahun 2015, yakni senilai Rp12,1 triliun.
“Pencapaian investasi tahun ini lebih dari 126 persen,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Sulsel, AM Yamin, pada konferensi pers di Makassar, Rabu 31 Januari 2018.
Di tahun 2017, investasi di Sulsel didominasi penanaman modal asing, yakni sebesar Rp9,5 triliun lebih. Sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri, senilai Rp1,96 triliun.
Yamin menyebutkan, berdasarkan sektor, investasi di Sulsel sebagian besar berasal dari kelompok listrik, gas, dan air. Angkanya mencapai 38 persen dari total penanaman modal. Lalu diikuti sektor lain seperti industri makanan, pertambangan, perumahan, industri kimia dasar, transportasi, dan lainnya.
Investasi tersebut tersebar di 23 kabupaten/kota. Jumlah terbanyak di ibu kota provinsi, Makassar, diikuti kabupaten Jeneponto, Luwu Timur, Sidenreng Rappang, dan Luwu.
“Sepanjang tahun 2017, mayoritas investasi berasal dari Inggris. Namun khusus pada triwulan ke empat, didominasi Kanada, Hongkong, dan Malaysia,” ujar Yamin.
“Tahun ini target kami Rp11 triliun. Kami fokus pada promosi dalam negeri agar jumlah investasi bisa meningkat, paling tidak mendekati penanaman modal asing,” Yamin menambahkan.
