Investigasi Awal PBB Ungkap Ada Proyektil Tank Milik Israel
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengumumkan investigasi awal terkait insiden tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon (Foto: tangkapan layar Youtube UNIFIL)
El John News-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap hasil investigasi awal terkait serangan yang membuat gugur tiga prajurit TNI dalam tugas Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) pada 29-30 Maret 2026. Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers di Markas PBB, New York, Selasa (7/4/2026), oleh juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric.
Terkait insiden 29 Maret, Dujarric menyebutkan ada temuan proyektil dari tank milik tentara Israel. Insiden tersebut menyebabkan Kopda Farizal Rhomadhon gugur. Padahal sebelumnya, PBB telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitas UNIFIL ke Israel pada 6 dan 22 Maret untuk mengurangi risiko terhadap personel penjaga perdamaian.
“Berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi PBB 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe,” kata Dujarric.
Sementara itu, insiden pada 30 Maret, yang mengugurkan Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Muhamamd Nur Ihcwan dikarenkan meledak bahan peledak rakitan yang kemungkinan dipasang Hizbullah.
“Berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban. Berdasarkan investigasi lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” ujar Dujarric.
Ia menekankan bahwa temuan ini masih bersifat awal dan berdasarkan bukti sementara. Proses investigasi penuh terus dilakukan PBB, termasuk prosedur serta keterlibatan dengan pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh.
Dujarric menambahkan bahwa PBB akan membentuk Dewan Penyelidikan untuk menangani kedua kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku, dan temuan awal ini telah disampaikan ke Indonesia, Israel, dan Lebanon.
Laporan dari UNIFIL eskalasi antara Hezbollah dan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) terus memprihatinkan. Saling serang masih terus terjadi baik dengan menggunakan roket, artileri, pesawat hingga perang darat.
PBB terus menyerukan agar semua pihak menggunakan jalur diplomatik, menghentikan permusuhan, dan kembali berkomitmen pada implementasi penuh Resolusi 1701.
