IPI Minta Semua Pihak Tahan Komentar Terkait Kecelakaan Lion Air JT-160
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) angkat bicara terkait musibah jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT-160 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 28 Oktober 2018 lalu. IPI mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak berkomentar yang membuat kegaduhan dan polemik di masyarakat terkait kecelakaan ini. Himbauan ini juga diberlakukan untuk semua pilot maupun mantan pilot.
“Ikatan Pilot Indonesia juga mengimbau pada pilot atau mantan pilot atau masyarakat umum, untuk dapat menahan diri untuk tidak memberikan asumsi atau spekulasi berkaitan dengan accident JT-610 [registrasi pesawat] PK-LQP, yang nantinya akan mengakibatkan disinformasi atau informasi yang menyesatkan, menimbulkan kegaduhan dan polemik dalam masyarakat,” kata Executive Chairman IPI Captain Rama NoyaCapt.Rama Noya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.
Rama menjelaskan, informasi seputar pencarian korban dan penyelidikan kecelakaan ini merupakan ranah pihak berwenang yang menyampaikan, seperti Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Basarnas. Masyarakat diminta untuk menghargai dan mempercayai pihak-pihak tersebut dalam menangani kecelakaan ini, dengan cepat dan tuntas.
Menurut Rama, apa yang dilakukan pihak berwenang patut diapresiasi karena telah mengeluarkan semua tenaganya untuk melakukan pencarian. Alhasil kotak hitam atau black box yang ada di pesawat PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-160 telah berhasil ditemukan di hari ke-empat pencarian.
“Kami juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Republik Indonesia, TNI dan Polri, Basarnas, KNKT, BPPT, dan unsur terkait yang bekerja tidak mengenal lelah sehingga black box dari pesawat PK-LQP dapat ditemukan dalam waktu yang relatif cepat,” ucapnya.
Rama memastikan pesawat udara merupakan transportasi yang paling aman. Dengan pesawat, masyarakat terasa lebih nyaman dan cepat untuk sampai ke tujuan. “Ikatan Pilot Indonesia berharap agar keyakinan publik terhadap moda transporasi udara tidak berkurang, karena secara spesifik, moda transportasi udara masih merupakan moda transportasi yang paling aman serta efisien,” ungkap Rama.