Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Tinggal Hitungan Hari

0
Untitled

Presiden Donald Trump sedang diwawancarai sejumlah awak media (Foto: tangkapan layar youtube The White House)

El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran semakin terbuka. Menurut Trump, proses negosiasi yang saat ini berlangsung menunjukkan perkembangan positif dan berpotensi menghasilkan kesepakatan dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang masih dibayangi ketegangan pasca konflik antara Iran dan Israel. Meski demikian, Trump menegaskan jalur diplomasi tetap berjalan dan menjadi fokus utama untuk mencapai penyelesaian permanen.

“Bisa dicapai dalam satu atau dua hari lagi, tapi saya pikir semuanya berjalan baik,” kata Trump.

Trump menjelaskan bahwa berbagai pihak yang sebelumnya terlibat dalam ketegangan kini mulai menunjukkan kesediaan untuk mencari jalan keluar melalui perundingan. Ia bahkan menyebut proses negosiasi telah memasuki tahap akhir menuju kesepakatan yang dinilainya sangat penting bagi stabilitas kawasan.

“Mereka maju mundur, dan sekarang mereka semua sepakat melalui saya untuk berhenti, dan kita berada di tahap akhir dari kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan mengizinkan senjata nuklir dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Selain membahas peluang perdamaian, Trump juga menyinggung kondisi Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik paling krusial dalam perdagangan energi dunia. Ia menyatakan jalur pelayaran tersebut berpotensi kembali dibuka apabila kesepakatan berhasil diselesaikan.

“Selat Hormuz akan langsung terbuka setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari,” kata Trump.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya pada akhir Februari lalu. Operasi tersebut memicu eskalasi besar yang kemudian direspons Iran dengan serangan balasan ke sejumlah target yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat di kawasan.

Meski kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April, hubungan antara Iran dan Amerika Serikat masih diwarnai saling tuding pelanggaran kesepakatan. Teheran menilai Washington tetap melakukan tindakan yang bertentangan dengan semangat perdamaian, termasuk terkait aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz dan dukungan terhadap operasi militer Israel di Lebanon.

Di tengah situasi yang masih rapuh tersebut, berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan negosiasi yang berlangsung. Jika kesepakatan benar-benar tercapai, langkah tersebut dinilai dapat menjadi titik penting dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah sekaligus memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *