Israel dan AS Serang Iran, Timur Tengah Masuki Babak Baru Konflik Terbuka

0
e5a4345c-39b1-45be-81fe-403e853243b5

Ilustrasi AS dan Israel mulai serang Iran (Foto: Generated AI)

El John News-Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel, dengan dukungan Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan militer terbuka terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Aksi tersebut menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang sebelumnya lebih banyak berlangsung melalui perang proksi dan ketegangan diplomatik.

Gelombang serangan pertama dilaporkan berasal dari militer Israel yang menargetkan sejumlah titik strategis di wilayah Iran. Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Jomhouri di Teheran. Ledakan keras terdengar di ibu kota Iran, memicu kepanikan warga serta meningkatkan kewaspadaan aparat keamanan setempat.

Tak lama setelah itu, serangan lanjutan kembali menghantam sejumlah sasaran di Iran. Otoritas setempat mengklaim bahwa gelombang kedua tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan tersebut, melalui akun media sosial resminya seperti Instragram dan X, Sabtu (28/2/2026). Trump mengklaim langkah tersebut diambil sebagai respons atas apa yang ia sebut sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional AS.

“Militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar di Iran, Tujuan kami jelas, yaitu melindungi rakyat Amerika dari bahaya langsung yang berasal dari rezim Iran”

Donald Trump (Presiden Amerika Serikat)

Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Teheran. Ia menyebut Iran sebagai “sponsor teror negara nomor satu di dunia” dan menuduh rezim tersebut selama puluhan tahun melakukan tindakan yang merugikan kepentingan AS. Ia menyinggung krisis penyanderaan diplomat Amerika di Teheran pada 1979 serta berbagai serangan terhadap pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, Iran juga terus mendukung kelompok-kelompok proksi di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman. Trump turut mengaitkan Teheran dengan serangan 7 Oktober oleh Hamas terhadap Israel.

“Iran telah mendukung jaringan proksi yang menyebarkan kekerasan dan ketidakstabilan di seluruh kawasan,” katanya.

Dalam pernyataannya, Trump kembali menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia merujuk pada Operasi Midnight Hammer yang sebelumnya diklaim menghancurkan fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

“Kami telah menghancurkan fasilitas nuklir mereka sebelumnya, tetapi mereka mencoba membangunnya kembali,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *