Imlek 2026 Jadi Momentum Untar Perkuat Reputasi Global dan Ekspansi Kampus 4
Foto bersama usai acara perayaan Imlek 2026, 26 Februari 2026 (Foto: tim liputan EL JOHN Media/Sigit)
El John News, Jakarta-Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Auditorium Gedung M Kampus I pada Kamis (26/2/2025), menjadi lebih dari sekadar agenda budaya bagi Universitas Tarumanagara (Untar). Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang penegasan arah pengembangan institusi yang semakin berorientasi global, progresif, dan terintegrasi.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro menekankan pentingnya langkah strategis untuk memperkuat reputasi akademik hingga tingkat internasional. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya berfokus pada capaian nasional, tetapi juga harus mampu membangun pengakuan global melalui inovasi dan kemitraan lintas negara.

“Untar harus terus bersinergi dan meningkatkan prestasi. Melalui kolaborasi internasional seperti double degree, joint degree, dan fast track, kita ingin memperkuat posisi Untar di tingkat global”
Prof. Dr. Amad Sudiro (Rektor Untar)
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Untar tengah mempersiapkan program double degree di bidang hukum, ekonomi, dan teknik. Selain itu, skema joint degree dan fast track bersama mitra internasional juga disiapkan guna membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman akademik global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
Kampus 4 dan Konsep Tarumanagara City
Komitmen pengembangan jangka panjang juga ditegaskan oleh Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi. Yayasan memastikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Kampus 4 yang akan direalisasikan secara bertahap di kawasan Karawaci, Banten.
Tahap awal pengembangan akan diwujudkan melalui konsep Tarumanagara City, sebuah kawasan terpadu yang mengintegrasikan pendidikan dan rekayasa teknik dalam satu ekosistem modern.
School of Engineering dirancang menjadi pusat layanan terpadu (one stop service) bagi fakultas dan program studi teknik. Pengembangannya akan mengintegrasikan teknologi informasi, arsitektur, serta penerapan kecerdasan artifisial (AI) dalam bidang teknik dan perancangan.
Skema kerja sama, termasuk kemungkinan penerapan konsep build-operate-transfer (BOT), turut dipertimbangkan untuk mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur tersebut.

“Tarumanagara bukan sekadar beruntung, tetapi harus progresif. Yayasan akan terus mendukung kolaborasi antarunit agar pertumbuhan ini berjalan terintegrasi”
Prof. Dr. Ariawan Gunadi (Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara)
Imlek sebagai Refleksi Inklusivitas
Mengusung tema “Flourish Beyond Fortune”, perayaan Imlek tahun ini dimaknai sebagai ajakan untuk bertumbuh melampaui sekadar keberuntungan. Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol kebersamaan sivitas akademika dari beragam latar belakang budaya, suku, dan agama.
Acara dihadiri pimpinan universitas dan yayasan, pimpinan Institut Tarumanagara (Itaru), Tarumanagara Xinya College, mitra rumah sakit, serta para tenant dalam ekosistem kolaborasi Untar. Rangkaian kegiatan dimeriahkan penampilan mahasiswa lintas fakultas dan Xinya College, mulai dari vokal, tarian modern China, hingga wushu, serta pertunjukan barongsai dari Boen Tek Bio.
Melalui momentum budaya ini, Untar kembali menegaskan komitmennya untuk tumbuh sebagai perguruan tinggi yang inklusif, adaptif, serta memiliki daya saing nasional dan internasional yang kuat.
