Istana Bantah Menteri Kabinet Indonesia Maju Tidak Kompak

0
651fc563c8afc

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membantah isu para menteri yang tidak kompak jelang Pilpres 2024. Ari menyebut isu tersebut tidak sesuai fakta yang terjadi.

Menurut Ari, ada pihak yang sengaja melempar isu tidak sedap seputar kinerja menteri atau yang berkaitan dengan kabinet di saat Pilpres 2024 akan berlangsung. Ari pun menjabarkan narasi politik yang berlebihan dan tendensius untuk dimunculkan ke permukaan.

Narasi tersebut terdiri dari kabinet yang tidak solid, iklim kerja yang kurang nyaman, tidak dilibatkannya menteri dalam rapat Tim Penilai Akhir (TPA), pemeriksaan ketat untuk menteri dan terakhir isu mundur sejumlah menteri.

“Narasi politik itu jelas tidak sesuai fakta yg sesungguh nya,” kata Ari melalui pesan singkatnya pada Rabu (31/01/2024).

Ari menilai, berbagai narasi tersebut dibangun seolah-olah agar menteri kecewa dengan kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Padahal, kalau teman-teman media mengikuti suasana menjelang sidang kabinet paripurna atau rapat terbatas kabinet, menteri-menteri ngeriung, saling sapa, ngobrol, atau bercanda satu sama lain. Tidak ada suasana pemilu dalam rapat-rapat kabinet,” ujar dia.

Ari menegaskan selama ini, menteri yang berasal dari partai politik berbeda dan berada dalam koalisi pasangan capres yang berbeda, masih terus berkomunikasi dengan intens dan bekerja bersama.

“Silaturahmi antar menteri tetap terjalin dengan baik tanpa harus terganggu situasi politik jelang pemilu,” kata dia.

Terkait pemeriksaan yang ketat terhadap menteri, Ari menepis isu tersebut. Menurut Ari, pemeriksaan tetap berjalan namun sesuai SOP pengamanan di lingkungan Istana oleh Paspampres. Tidak ada berlebihan, apalagi sampai diperketat.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan di kabinet juga dilakukan dengan melibatkan menteri-menteri terkait, sesuai dengan tema yang dibahas.

“Rapat kabinet dan rapat TPA disiapkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Semua isu kebijakan dibahas di atas meja. Semua menteri punya kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan gagasannya. Presiden juga membuka ruang-ruang perdebatan sebelum diputuskan oleh Bapak Presiden (Jokowi),” tutur dia.”

Selain itu, koordinasi dan kekompakan antar menteri terus terjaga dengan digelarnya rapat-rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh para menteri koordinator.

Rapat koordinasi tingkat menteri itu, menurut Ari, menunjukkan konsolidasi di internal pemerintahan tetap berjalan, kompak, dan solid sesuai dengan arahan Presiden.

“Saya berharap suasana kerja kabinet yang sudah sangat baik, yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, jangan justru diganggu dengan narasi-narasi politik yang hanya dirancang untuk kepentingan sesaat, apalagi hanya untuk menurunkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat pada pemerintahan Presiden Jokowi,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *