Jakarta E-Prix 2025 Hadirkan Gen3 Evo, Mobil Formula E Tercepat Sepanjang Sejarah
Jakarta E-Prix 2025 siap digelar di Jakarta International E-Prix Circuit di Jakarta International E-Prix Circuit, kawasan Ancol, Jakarta Utara pada 21 Juni 2025.
Penyelenggaraan Jakarta E-Prix tahun ini tidak hanya sekadar melanjutkan tradisi balap kendaraan listrik di ibu kota, tetapi juga menandai momen bersejarah dalam dunia Formula E, dengan diperkenalkannya mobil generasi terbaru yakni Gen3 Evo. Mobil ini digadang-gadang sebagai mobil Formula E tercepat yang pernah diproduksi, membawa berbagai pembaruan signifikan dari pendahulunya.
Mobil Gen3 Evo menghadirkan sejumlah peningkatan teknologi yang revolusioner. Salah satu fitur paling mencolok adalah penggerak semua roda (AWD/All-Wheel Drive), yang untuk pertama kalinya diterapkan di seri balap Formula E. Fitur ini memungkinkan peningkatan traksi, terutama saat akselerasi dan melibas tikungan tajam.
Mobil ini juga memiliki daya maksimum sebesar 400kW, meningkat dari generasi sebelumnya yang hanya 350kW. Dengan tenaga sebesar ini, Gen3 Evo mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 1,86 detik — lebih cepat dari banyak mobil Formula 1 saat ini.
Tak hanya cepat, Gen3 Evo juga dirancang dengan aerodinamika yang lebih agresif untuk mengoptimalkan kecepatan di lintasan lurus dan stabilitas di tikungan. Di sisi efisiensi, sistem regenerasi energi pada mobil ini turut ditingkatkan, memungkinkan pemanfaatan energi yang lebih optimal selama balapan berlangsung.

Menurut Direktur Proyek Jakarta E-Prix 2025, Deni Rifky Purwana, Gen3 Evo memiliki teknologi regenerative braking yakni teknologi yang dapoat mengisi baterai mobil saat melakukan pengereman di tengah balapan. Ini merupakan lompatan besar dalam efisiensi energi, setelah sebelumnya mobil listrik di Formula E hanya mengandalkan pit stop untuk mengganti mobil atau mengisi daya menggunakan sistem fast charging.
“Dulu pembalap masuk pit stop untuk ganti mobil. Kemudian berkembang ke fast charging. Sekarang, selain fast charging, mobil ini juga bisa isi daya sendiri lewat pengereman. Ini menunjukkan bagaimana standar terus kita tingkatkan,” sambungnya, Senin (26/5/2025).
Tak hanya soal balap dan teknologi, Jakarta E-Prix 2025 juga menjadi sarana untuk mendorong industrialisasi kendaraan listrik dalam negeri, sekaligus sebagai platform kampanye untuk sustainability, lingkungan hidup, dan ekonomi hijau.
“Kita tidak hanya menggelar balapan, tapi juga membawa pesan penting: mendorong industrialisasi kendaraan listrik di Indonesia dan membangun kesadaran akan keberlanjutan dan lingkungan,” kata Deni.

Jakarta juga mencatatkan diri sebagai satu-satunya kota tuan rumah Formula E di musim 2025 yang menggunakan pasokan listrik dari jaringan utama (main grid) PLN, bukan dari genset yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
“Di seluruh dunia, negara lain masih menggunakan genset. Jakarta satu-satunya penyelenggara tahun 2025 yang menggunakan listrik dari PLN, dari main grid. Bukan dari bakar BBM,” ungkap Deni.
Listrik dari PLN digunakan untuk mendukung seluruh kebutuhan energi acara, mulai dari paddock tim, area balap, fasilitas pendukung, hingga zona hiburan untuk pengunjung. Meskipun demikian, panitia tetap menyiapkan backup listrik cadangan, sesuai standar penyelenggaraan event dunia.
