Jakarta Hadirkan “Ruang Seni Siswa” di Lima Wilayah Kota, Dorong Kreativitas Anak Muda Lewat Seni dan Budaya

0
siaranpers_pemprov_dki-20250725185305_4ahduu_279

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ruang berekspresi bagi generasi muda. Pada Jumat,(25/7/2025), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung secara resmi membuka kegiatan “Ruang Seni Siswa” yang digelar di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat. Acara ini menjadi simbol gerakan besar Jakarta menuju kota yang ramah anak dan inklusif, dengan menyediakan ruang publik yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi para pelajar.

Acara yang berlangsung semarak ini menampilkan 20 pertunjukan seni dari 1.000 siswa yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Mereka menunjukkan bakat dan kreativitasnya dalam berbagai bentuk seni, termasuk tari kreasi, pantomim, musik ansambel, gambang kromong, mini orkestra, hingga puisi dan pantun. Penampilan mereka menyedot perhatian pengunjung mal yang memenuhi area Anjungan Sarinah sore itu.

Didampingi oleh Wakil Gubernur Rano Karno, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari imajinasi kolektif warga Jakarta tentang kotanya yang ramah dan terbuka bagi ekspresi generasi muda. Ia menyoroti penampilan seorang siswa bernama Fernando Marito yang membacakan puisi dengan penuh penghayatan tentang mimpi anak-anak Jakarta.

“Apa yang diungkapkan oleh Fernando tadi bukan sekadar puisi, tetapi representasi harapan banyak anak Jakarta: mereka ingin ruang untuk mengekspresikan diri, ingin didengar, ingin bernyanyi, bermain, bercanda, dan berkarya tanpa batasan,” ujar Pramono.

Ia menambahkan bahwa Ruang Seni Siswa merupakan salah satu bentuk konkret dari visi Jakarta sebagai kota ramah anak. Program ini juga selaras dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam membuka ruang-ruang publik secara lebih luas dan fleksibel.

“Maka, kami telah memutuskan taman-taman kota seperti Taman Lapangan Banteng akan dibuka selama 24 jam. Ini termasuk hasil kerja sama antara Kementerian Keuangan dan Pemprov DKI, di mana nantinya Lapangan Banteng dan Gedung A.A. Maramis—atau yang dikenal sebagai Gedung Daendels—akan menjadi ikon baru ruang publik Jakarta,” kata Pramono.

Ia berharap ruang-ruang tersebut akan menjadi pusat kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja, serta menjauhkan mereka dari aktivitas negatif seperti tawuran.

“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana energi positif anak-anak Jakarta bisa disalurkan dengan cara yang benar. Bukan lewat kekerasan atau aksi negatif, tetapi melalui musik, puisi, tari, dan kegiatan budaya lainnya,” tegasnya.

Kegiatan Ruang Seni Siswa tidak hanya terpusat di Jakarta Pusat, melainkan juga berlangsung serentak di lima wilayah kota lainnya. Di Jakarta Selatan, pertunjukan seni digelar di Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Literasi yang semuanya kini dibuka 24 jam. Di wilayah Jakarta Barat, kegiatan dipusatkan di Taman Kota Cattleya. Sementara itu, Taman Jakarta Garden City menjadi lokasi utama di Jakarta Timur, dan Taman Gorontalo di Jakarta Utara.

Dengan hadirnya Ruang Seni Siswa di berbagai penjuru kota, Jakarta tak hanya menunjukkan keberpihakannya pada pengembangan kreativitas anak, tetapi juga mempertegas arah kebijakan ruang kota yang lebih humanis dan inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *