Culinary TourismTourism

Jangan Ragu Untuk Mencoba Kepedasannya

0824296kesrut2780x390

Masih dai banyuwangi nih, sebelumnya kita sudah pernah membahas kuliner khas yang berbahan nasinya. Nah sekarang yang akan kita lihat masih diseputar makanan tapi dapat dikatakan sebagai lauknya dari masyarakat di Banyuwangi. Pertama kita akan melihat makan yang berbahan dasar dari daun kelor. Moringa Oleifera atau daun kelor adalah salah satu kuliner khas Banyuwangi dan menjadi masakan favorit bagi masyarakat, daun kelor yang umumnya di gunakan untuk acara spiritual/ adat tradisi jawa seperti memandikan mayat, di Banyuwangi menjadi konsumsi sehari – hari.

Daun kelor dimasak menjadi sayur bening seperti halnya sayur bayam. Rasa daun kelor hampir menyerupai sayur bayam, Cara memasak jangan kelor adalah memasak daun kelor terebih dahulu lalu menambahkan bumbu-bumbu yang telah dipotong. Cara penyajian jangan kelor menggunakan nasi dan ditambahkan sambel tempong, ikan asin, tempe, tahun, dan gimbal jagung.

Itu baru yang pertama, kemudian masih ada nih makan yang hampir sama denga gudeg yang berada di Yogyakarta. Kalau di Banyuwangi disebut dengan Jangan Leroban, kalau gudeg biasanya berbahan dasar dari dari santan nangka tapi tidak untuk makanan yang satu ini karena berbahan aneka sayur, atau disebut dalam Bahasa Using sebagai Ramonan. Ramonan terdiri dari Kluwih, Lompong (Batang talas), Kacang Panjang, Ontong (Tongkol Pisang), serta penyedap daun “singkil”, kalau Lodeh maupun Gudeg bisanya menggunakan daun salam.

“Leroban” ini dibuat, saat ada orang yang membuat Minyak Kelentik (Minyak Goreng dari santan kelapa). Cairan santan yang dimasak dan diambil minyaknya, menurut orang Using disebut “Blundu”. Namun ampas yang didapat dari proses penyulingan minyak yang warnanya coklat, biasanya disebut “Blothong”. Nah itu lauk kedua dari Banyuwangi, selanjutnya ada juga nih yang pedesnya polll, owh iya sedikit menambahkan kalau biasanya untuk menemani Jangan Leroban ini bisa menggunakan ikan laut yang uenak.

Warna merah menyala dan aroma segar dan pedas menggoda hidung penikmatnya. Itulah kesan pertama kali jika anda menikmati Jangan Kesrut, salah satu makanan khas Banyuwangi, Jawa Timur, yang mulai langka. Karena rasanya pedas jadi kalau makan akan ‘kesrut-kesrut’ karena menahan ingus yang keluar dari hidung karena kepedasan. Makanan ini kalau tidak salah hampir menyerupai dengan soto aatau makan berkuah lainnya. Jangan yang satu ini juga dapat anda temukan ketika anda sedang berkunjung kesalah satu warung yang ada di Bnayuwangi.

Mungkin bisa menemani makan anda bersama nasi Tempong ya. Untuk isi dari Jangan Kesrut ini bisa berupa daging atau kiki yang berasal dari sapi ataupun ayam, biasanya yang digunakan untuk isi dari Jangan Kesrut itu berupa jeroan yang akan menambah nafsu dan maknyos tentunya. Wah setelah melihat yang satu ini kita mengetahui juga kalau orang dari Banyuwangi juga menyukai aneka makanan yang pedas ya dan tidak hanya orang Padang atau yang Sumatera saja yang menyukai makanan yang satu ini.

Kalau sudah melihat yang diatas kayaknya sudah menambah rasa penasaran anda untuk mencicipi makanan tersebut, apalagi bagi anda yang menyukai makanan pedas. Jadi sekarang sudah bertambah lagi deh referensi makan pedas anda ya. Bagi yang tidak menyukai makanan yang terlalu pedas atau yang tidak bisa memakan makan yang pedas bisa pesan juga kok ke penjualnya, tapi seperti kurang mendapatkan sensasi dalam menyantap makanan tersebut.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button