Jejak Cinta, Sebuah Film Berlatarkan Realita, Budaya & Panorama Kota Singkawang
Sebuah realita dari kehidupan asli masyarakat, pengaruh budaya, dan tentu pertunjukan beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat akan hadir mengisi plot utama dalam film Jejak Cinta.
Kota Singkawang memang akan mendapat sorotan utama dalam film Jejak Cinta yang disutradarai oleh Tarmizi ini, wajar bila akhirnya mantan Walikota Singkawang, Hasan Karman merasa bangga dengan kesempatan menunjukkan wujud Singkawang ke seantero Indonesia lewat media film bertema cinta ini.
“Film Jejak Cinta ini akan menjadi suatu kebanggaan besar bagi Kota Singkawang, karena Singkawang akan dijadikan sebagai lokasi shooting bagi artis papan atas seperti Baim Wong dan Prisia Nasution pada film ini,” kata Hasan Karman di Singkawang, Rabu.
Mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman pun turut andil dalam mewujudkan film Jejak Cinta ini, karena Hasan berposisi sebagai produser film berjudul Jejak Cinta ini.
Selain akan dibintangi oleh Baim Wong dan Prisia Nasution akan bisa disaksikan pula penampilan dari Zora Vidyanata, Slamet Rahardjo dan Keena Mentor. Nama-nama besar yang mengisi daftar pemeran di film ini, sungguh menjanjikan sajian yang berkualitas bagi masyarakat.
Kehadiran Baim Wong dan Prisia Nasution dalam rangka Press Conference film Jejak Cinta ini memang mampu menyedot animo masyarakat Singkawang yang mengidolai kedua artis papan atas ini. Kehadiran keduanya pun disambut dengan tarian adat Dayak di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kalimantan Barat, pada Rabu (17/1) kemarin.
Film Jejak Cinta ini sebanyak 95 persen proses shooting-nya akan berlokasi di Singkawang, dimana film ini penuh dengan nuansa yang ada di Kota Singkawang, baik mengenai alamnya, budayanya maupun kulinernya.
“Cerita film ini memang sangat kuat. Bahkan tokoh Tionghoa, Dayak dan Melayu (Tidayu) akan diangkat dalam film Jejak Cinta dengan berbagai problematika yang dihadapi di tengah masyarakat Kota Singkawang,” ungkap Sutarada Film Jejak Cinta, Tarmizi yang diamini oleh Hasan Karman.
Sebagai produser, Hasan pun berharap kepada Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie beserta aparat untuk bisa mendukung sepenuhnya khususnya dalam proses pembuatan film ini, supaya shooting-nya bisa berjalan dengan aman dan lancar.
“Masa shooting akan dimulai dari tanggal 18 Januari sampai 2 Februari 2018,” ujarnya.
Film Jejak Cinta ini, katanya, menceritakan seorang guru yang ditugaskan ke pinggiran kota. Kemudian, ada pula seorang putri kelahiran asli daerah yang diperankan oleh Prisia Nasution, dimana Prisia ini berupaya untuk menggali semua budaya yang ada di kota kelahirannya untuk diangkat ke pentas nasional bahkan internasional.
“Intinya kita ingin mengangkat realita suatu daerah yang unik salah satunya di Singkawang untuk diangkat ke pentas nasional bahkan internasional,” ungkap Hasan secara tersirat.
Dirinya tidak bisa menceritakan isi yang terkandung dalam film tersebut secara detail, karena apabila masyarakat sudah tahu, maka film tersebut dirasakan tidak akan seru lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengucapkan terima kasih kepada crew film Jejak Cinta.
“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang, saya berterima kasih karena Singkawang menjadi pilihan untuk dijadikan sebagai lokasi shuting dalam film ini,” katanya.
Di akhir pertemuan Walikota Singkawang,Tjhai Chui Mie mengharapkan dengan dipilihnya Singkawang sebagai lokasi shooting film nasional bahkan internasional nanti bisa memberikan dampak yang positif bagi Singkawang.
“Pesan saya lakukanlah yang terbaik, karena ini salah satu potensi kita untuk lebih memperkenalkan Kota Singkawang kepada masyarakat luas,” tutupnya.
