Jelang HBKN 2018, Kemendag Gelar Rakor di Riau
Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018, yaitu menjelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1439H. Untuk memastikan harga dan pasokan bapok di daerah aman sebelum bulan puasa, maka pada Senin (23/4) Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Dody Edward hadir dalam rapat koordinasi daerah (rakorda) di Pekanbaru, Riau.
“Hasil pemantauan pasar tradisional di Pekanbaru, Riau antara lain pasar Sukaramai dan pasar Cik Puan menunjukkan harga bapok masih relatif stabil dan pasokan aman dalam beberapa bulan ke depan. Untuk itu, Kemendag bersama seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama menjaga stabilitas harga dan ketersedian pasokan di Provinsi Riau,” kata Dody.
Rakorda di Pekanbaru ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN di Bandung (23/3). Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok; harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras; penataan dan pembinaan gudang; serta perdagangan antarpulau.
“Sejauh ini, tercatat para pedagang yang mendaftarkan usahanya di Kemendag masih terus kita dorong. Hal ini tentu karena banyaknya kebijakan yang baru sehingga kita perlu terus-menerus memfasilitasi sehingga kebijakan tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat,” ungkap Dody.
Kedua, melalui Penatalaksanaan, yaitu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN & pelaku usaha; serta penugasan BULOG. Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di 34 provinsi telah dimulai sejak H-45 puasa.
Langkah ketiga, melalui Pemantauan dan Pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga, dan termasuk menjamin pendistribusian bapok. Penjaminan distribusi bapok harus didukung dengan transportasi yang memadai agar pasokan dapat terdistribusi dengan lancar ke seluruh daerah. Dalam Rakorda, Dody juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
“Mulai sekarang perlu diantisipasi secara lebih intens, apalagi saat ini sudah H-23 memasuki bulan puasa. Kita perlu pastikan kecukupan pasokan dan harga yang stabil di propinsi Riau,” kata Dody.
Keempat, melalui Upaya Khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan. Berdasarkan hasil pemantauan per 22–23 April 2018, harga bapok di Pekanbaru relatif stabil. Tercatat harga di pasar tradisional untuk beras premium Rp12.500/kg, minyak goreng curah Rp10.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/kg, cabai merah Rp28.000/kg, bawang putih Rp25.000/kg, bawang merah lokal Rp34.000/kg, dan telur ayam ras Rp20.800/kg.
Pasokan beras di gudang BULOG Riau saat ini sebanyak 1.000 ton. Stok beras dari BULOG sudah banyak didistribusikan kepada para distributor di tingkat kabupaten maupun pedagang langsung. Stok beras tersebut untuk tiga bulan ke depan cukup memenuhi kebutuhan memasuki puasa dan Lebaran. Selain itu, pada saat kunjungan ke toko swalayan yang terkoneksi dengan distribution center, harga-harga komoditas sudah sesuai HET. Kemendag menyarankan kepada toko ritel Transmart dan Giant untuk memasang label klasifikasi jenis beras premium dan medium dengan menggunakan label yang tidak mudah sobek atau dicetak di kemasan.
Rakorda HBKN 2018 dipimpin oleh Sekretaris Daerah Ahmad Hijazi. Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan diminta bersama-sama berupaya menghindari lonjakan harga dan memastikan stok bahan pokok cukup menjelang bulan Ramadhan.
Patuhi HET Beras dan Pendaftaran Distribusi Bapok
Dalam Rakorda, Dody menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerja sama menerapkan secara konsisten dan mengawasi pelaksanaan kebijakan mengenai HET beras untuk pasar tradisonal, toko swalayan, dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Permendag Nomor 57/MDAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.
“Pelaku usaha harus menjual beras tidak melebihi HET, dan apabila stok mulai berkurang diharapkan bisa berkoordinasi dengan BULOG untuk meminta stok agar harga bisa terkendali,” kata Dody menegaskan.
Dalam kesempatan tersebut, Dody melakukan pemantauan harga di Pasar Sukaramai, Pasar Cik Puan, serta di beberapa toko swalayan lokal di Kota Pekanbaru. Dalam pemantauan, Plt. Gubernur Riau Wan Thamrin ikut serta memantau harga di Pasar Sukaramai,Pasar Cik Puan, distributor Putra Nauli, dan toko swalayan Giant. Keduanya juga turut meninjau kondisi stok di gudang BULOG. Dalam pemantauan tersebut, diketahui harga stabil dan pasokan aman.
