CultureDestinationTourism

Jembatan Titi Gantung, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Medan

Nama Jembatan Titi Gantung sudah melekat jadi ikon Kota Medan. Sayangnya kebersihan dari jembatan justru memprihatinkan. Keberadaan Jembatan Titi Gantung bersejarah di Medan, Sumatera Utara memprihatinkan karena adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Hal ini tentu membuat ketidaknyamanan warga saat melintas.

Mengetahui hal itu, Pemkot Medan merespons atas adanya hal ini. Sejumlah tong sampah akan diletakkan di sana.

“Tong sampah akan diletakkan. Nanti saya akan koordinasi ke Dinas Kebersihan dan Camat di sana,” kata Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada Jumat (8/12).

Penempatan tong sampah ini belum diketahui kapan akan diletakkan. Namun, wali kota memastikan akan segera mungkin akan meletakkan tong sampah.

“Sesegera mungkin tong sampah diletakkan. Sepanjang itu nanti diletakkan di tempat yang strategis,” kata Eldin.

Untuk diketahui, Jembatan Titi Gantung ini terletak di Jalan Stasiun Kereta Api, Kecamatan Medan Barat. Lokasi ini berdekatan dengan Stasiun Medan dan juga Lapangan Merdeka Medan yang merupakan pusat kota Medan, Ibukota Sumatera Utara.

Titi Gantung Kini Semakin Disterilisasi dari Sepeda Motor

Jembatan Titi Gantung yang sudah ada semenjak abad ke-18, sekarang diportal. Hal ini dilakukan untuk mencegah sepeda motor meleawti jembatan yang semakin tua. Hal ini guna menjaga jembatan agar tetap lestari. Motor tidak bisa melalui karena ada portal rendah. Saat ini, Titi Gantung hanya bisa dilalui pejalan kaki.

“Sudah lama (diportal), hampir setahun juga,” kata salah seorang penarik becak motor yang sering mangkal di sekitara stasiun kereta api Medan, Aziz Simamora (57).

Wajah Titi Gantung sudah berubah. Sebelumnya, Titi atau jembatan ini bercat kuning hijau. Setelah dalam perawatan terus menerus, Titi Gantung kini bercat abu-abu dan putih. Tidak ada lagi aktivitas berjualan makanan di Titi Gantung.

“Biasa ada orang berjualan, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Banyak orang-orang berfoto di sini setiap harinya, termasuk turis-turis,” ujarnya.

Azis menyambut baik usaha Pemkot Medan dan pihak-pihak terkait yang terus merawat Titi Gantung. Dengan hal ini, semakin banyak warga yang akan singgah ke Titi Gantung untuk melihat suasana Kota Medan.

“Ini kan kesannya terlihat bagus. Kalau hari Minggu ramai di sini. Semoga ini lebih diperhatikan lagi soal kebersihan. Kemudian ditambah aksesoris biar lebih menarik lagi,” jelasnya.

Di lokasi, tidak terlihat adanya tong sampah. Ini membuat orang-orang yang melintas membuang sampah sembarangan.

“Kalau kumuh, siapa yang mau melintas. Sekarang ditutup karena usia jembatan kan juga sudah tua,” terang Azis.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, penutupan akses kendaraan motor memang dilakukan. Mengingat, kondisi Titi Gantung sudah menua.

“Jembatan kita rawat, tapi kondisi tua. Kita harap lebih lestari, kalau berjalan kaki lebih baik. Kita menjaga jangan sampai semakin memberatkan (titi). Juga mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau berjalan kaki kan lebih tampak asri,” kata Eldin.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button