Jika Terpilih Ikut Kontes Internasional, Syah dan Valentiara Akan Promosikan NTT Melalui National Costume

0
WhatsApp Image 2021-04-14 at 13.53.08

Syah Koroma Nabu Koroh (Putra Pariwisata Nusantara Best National Costume dan Photogenic 2021) dan Valentiara Rambu Mbuana (1st Runner Up Putri Pariwisata Nusantara 2021 dan Putri Pariwisata Nusantara 2021 Best National Costume)  akan  membawa national costume yang memperkenalkan pariwisata di  tanah kelahirannya  yakni  Nusa Tenggara Timur (NTT) pada  kontes internasional.  Bahkan keduanya optimis national costume yang nanti dikenakan akan menjadi juara.

Apa yang disampaikan Syah dan Valentiara tidaklah heran, pasalnya keduanya telah  membuktikan national costume yang dipakai saat pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021  menjadi yang terbaik.  Keduanya sama-sama menggunakan national costume rancangan desainer Eggi Jasmin berkolaborasi dengan Levico Butik.

Saat pemilihan Putra Putri Pariwisata Nunsatara 2021, Syah mengenakan national costume dengan judul The King and The Hidden Treasure of Takpala

Desa Takpala adalah sebuah kampung tradisional yang berada di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dengan letak yang tidak terlalu jauh dari pesisir pantai.

Seiring berkembangnya zaman, Kampung adat Takpala mencuat dalam daftar kunjungan wisatawan asal Eropa setelah seorang turis warga Belanda memamerkan foto Kampung Primitif ini tahun 1973.Warga Belanda tersebut mengambil foto warga Kampung Takpala untuk kalender dan mempromosikan bahwa di Pulau Alor ada kampung primitif. Sejak saat itu Desa Takpala dikenal orang-orang Eropa dan turis pun berdatangan ke kampung ini.

Sementara untuk Valentiara,  mengenakan national costume dengan tajuk  The Mystical of Tapoin Maputu Nok Malala. National Costume ini menceritakan tentang tradisi  meminta kepada leluhur agar membantu menghalau bala yang sedang melanda manusia seperti pandemi Covid-19. Upacara ini bermuatan sakral dan  magis. Upacara Adat ini juga memberikan magnet dan  daya tarik geliat pariwisata khususnya Untuk Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU )  dan  Nusa Tenggara Timur pada Umumnya.

Syah  merasa bangga dapat mengenakan national costume tersebut di kontes paling bergengsi di Indonesia ini.

“Saya sangat bangga sekali karena memakai national costume yang dari Alor bernama The King and The Hidden Treasure of Takpala yang menggambarkan seorang raja di kampung adat Takpala. Jadi lebih kepada menjiwai apa yang menjadi nama dari national costume itu, sehingga output atau kelihatannya saat mengenakan lebih enak dipandang atau lebih luar biasa,” kata Syah yang  saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News belum lama ini.

“Saya sangat siap untuk membawa national costume itu mempromosikannya ke luar negeri karena apa yang sudah saya miliki adalah identitas saya. Otomatis sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur harus terus mempromosikan identitas dan menyuarakan apa yang harus kita berikan kepada atau kita tunjukan kepada dunia,” tambahnya.

Menurut Syah, mempromosikan suatu destinasi melalui busana seperti national costume sangat efektif. Pasalnya  cerita tentang destinasi , seni dan budaya  yang terdapat di national costume, membuat orang penasaran sehingga ada keinginan untuk mengunjungi destinasi yang diceritakan tersebut.

“Efektifnya yaitu dari segi visual ya, karena orang melihat tampilannya dulu baru melihat makna di balik kostum tersebut. Karena ketika visualnya bagus, tentu orang akan tertarik melihatnya dan mencari tahu apa sih yang menjadi cerita dari sampai dia mengenakan kostum tersebut,” ujar pria kelahiran Buraen, 4 April 1995 ini.

Hal senada juga disampaikan Valentiara. Gadis kelahiran Waingapu, 14 Februari 1999 ini mengatakan kesiapakannya mengenakan national costum karya Levico Butik. Butik ini merupakan milik istri Gubernur NTT Victor Laiskodat yakni  Julie Laiskodat. Sudah tak diragukan lagi, tekad Juli untuk memperkenalkan tenun NTT kepada dunia, melalui busana ciptaaan Levico Butik.

“Puji Tuhan kalau dikasih kesempatan dengan bangga saya akan mengenakan kostum tersebut untuk mewakili NTT, mewakili Indonesia dan juga EL JOHN Pageants,” ungkap Valentiara.

 

Valentiara tak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat dirinya mengetahui Levico Butik mendukung Putra Putri NTT yang ikut di kontes pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2019. Dukungan itu diberikan, diantaranya dalam pembuatan national costume yang didesain oleh desainer ternama Eggi Jasmin

“National Costum saya itu adalah sebuah karya kolaborasi dari ka Egi Jusmin serta dari tim Levico Butik. Kalau ditanya perasaan mengenakan National Costum tentu luar biasa, senang sekali, bangga sekali mengenakan pakaian yang betul-betul menceritakan daerah saya dan konstum ini bercerita soal salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara,” ujar Valentiara.

Levico butik merupakan  butik milik  istri Gubernur NTT Victor Laiskodat yakni  Julie Laiskodat. Sudah tak diragukan lagi, tekad Juli untuk memperkenalkan tenun NTT kepada dunia, melalui busana ciptaaan Levico Butik. Dalam memperkenalkannya, Julie menggandeng sejumlah pihak, salah satunya adalah Yayasan EL JOHN Indonesia. (Sigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *