Jika Terus Ditemukan Masalah, Boeing 737 Max 8 Bisa Dilarang Terbang di Indonesia

0
WhatsApp Image 2018-11-02 at 17.10.30

Kementerian Perhubungan melalui  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  tidak menutup kemungkinan menghentikan operasional pesawat Boeing 737 Max-8  di Indonesia, jika masih ditemukan masalah. Saat ini pemantauan rutin  terus dilakukan terhadap  pesawat generasi terbaru dari Boeing tersebut.

“Kita meningkatkan pengawasan. [Boeing] 737 Max yang sudah diinspeksi, tidak menutup kemungkinan [kembali] diinspeksi, tapi kami tetap pantau hari per hari. Tapi kalau memang [masih] ada masalah, kita akan setop sampai dengan kembali layak,” kata Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Avirianto dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat, 3 November 2018.

Avirianto mengaku pihaknya telah bekomunikasi dengan pihak Boeing dan Lion Air terkait temuan yang ada pada ramp check JT-160.

Penjelasan dari pihak Boeing serta maskapai Lion Air diperlukan mengingat pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut baru diproduksi pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat, dan baru sampai di Indonesia pada dua bulan lalu.

“Siang ini tadi Boeing datang ke kantor kami dengan Lion diskusi tentang keadaan atau temuan yang ada,” imbuh Avirianto.

Dalam jumpa pers ini, juga dijelaskan oleh Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Pramintohadi Sukarno terkait  hasil pemeriksaan khusus  terhadap 11  Boeing 737 Max 8 yang terdiri dari 10 pesawat milik Lion Air dan 1 pesawat milik Garuda Indonesia. Hasil pemeriksaan menyebutkan inspeksi rutin terhadap pesawat dilaksanakan sesuai dengan jadwal; komponen yang terpasang semuanya tidak ada yang melewati batas umur pakai; tidak ditemukan gangguan teknis pada airspeed dan altimeter system selama 3 bulan terakhir dan semua waktu penundaan waktu perbaikan gangguan teknis pada pesawat udara (deferred maintenance items) masih dalam batasan waktu yang ditentukan sesuai prosedur Minimum Equipment List (MEL).

“Kita lihat track record semua pesawat layak terbang. Bahwa pemeriksaan khusus kepada pesawat itu kita temukan bahwa inspeksi rutin terhadap pesawat sesuai jadwal, komponen tidak ada yang melewati gangguan teknis selama tiga bulan terkahir,”kata Pramintohadi.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan ramp check pada 11  Boeing 737 Max 8, hasilnya ada dua yang bermasalah namun dapat segera diperbaiki.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *