Kabupaten Banyuwangi Semakin Mantap Jadi Destinasi Wisata
Kabupaten Banyuwangi baru-baru ini berhasil menjadi satu dari 10 kabupaten atau kota dengan peringkat tertinggi dalam Indeks Pariwisata Indonesia. Penilaian ini dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan para pihak terkait, mengacu pada Travel and Tourism Competitive Index dari World Economic Forum (WEF).
Indeks Pariwisata Indonesia disusun berdasarkan beberapa aspek. Antara lain aspek tata kelola, infrastruktur pendukung, potensi wisata, dan lingkungan pendukung bisnis pariwisata.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa penilaian ini melecut Banyuwangi untuk terus berbenah.
”Kami bersyukur karena dinilai cukup baik dalam mengembangkan pariwisata. Apalagi dari Top 10 ini, mayoritas adalah kota besar yang pariwisatanya sudah terkenal maju dan menjadi destinasi unggulan,” ujar Anas.
Ia mengatakan bahwa kemajuan pariwisata berawal dari partisipasi masyarakat Banyuwangi, terutama anak muda. Mereka memberi peran yang akhirnya membawa kesejahteraan bagi masyarakat sendiri.
Pariwisata, menurut Anas, berhasil menggerakkan PDB Banyuwangi. Beberapa tahun terakhir, perekonomian Banyuwangi terus meningkat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik signifikan sebesar 85 persen dari Rp 32,4 triliun (2010) menjadi Rp 60,2 triliun (2015).
Pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi naik drastis sebanyak 80 persen, dari Rp 20,8 juta per tahun pada tahun 2010 menjadi Rp 37,7 juta per tahun pada 2015.
”Kami mendorong daya saing warga bukan dengan membicarakan hal-hal yang mungkin jauh dari pikiran warga desa, seperti globalisasi atau ASEAN Economi Community. Dengan pariwisata, ada banyak orang luar kota dan luar negeri yang datang. Warga tergerak dengan sendirinya. Mereka sadar bahwa mereka harus pandai dan kompeten agar bisa eksis di tengah kompetisi,” ujar Anas.
Kabupaten Banyuwangi selama ini sudah terkenal oleh berberapa destinasi wisata menarik seperti hutan pinus Songgon, wisata sejarah Kampung Temenggungan, wisata kopi Gombengsari, Desa Wisata Banjar, Desa Adat Kemiren, dan Bangsring Underwater. Ada pula G-Land dan Pantai Pulau Merah yang jadi lokasi sport tourism yakni selancar tingkat internasional.
