Kabupaten Takalar Berpotensi Jadi Kawasan Industri Logam Nasional

0
images

Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang dilirik untuk menjadi kawasan industri logam selain Kuala Tanjung di Sumatera Utara dan Rembang, Jawa Tengah.

Kawasan Berikat Nusantara atau KBN (Persero) berencana akan memboyong investor asal China untuk menawarkan potensi pengembangan kawasan industri di Sulsel.

Kabupaten Bantaeng dan Takalar rencananya akan didorong menjadi pengembangan kawasan industri logam.

Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaedi menuturkan Takalar menjadi kandidat terkuat dengan sejumlah syarat yang bisa dipenuhi.

Kabupaten Takalar dinilai potensial untuk menjadi kawasan industri logam dengan adanya sejumlah aspek yang dipenuhi. Misalnya saja wilayah strategis dengan jarak tempuh dari Pelabuhan Makassar sekitar 25 kilometer.

Takalar juga memiliki wilayah geografis dengan kawasan pantai dan waterfront yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pembangunan pelabuhan khusus. Takalar juga memiliki ketersediaan air yang melimpah.

Secara total untuk pembangunan kawasan industri logam tersebut membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare. Untuk pembangunannya, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini Pemerintah Kabupaten Takalar sudah menyediakan lahan seluas 750 hektare.

“Kita juga melihat daya dukung energinya. Takalar dekat dengan Jeneponto yang sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Banyak pertimbangan untuk menjadikan pengembangan kawasan industri di sana,” jelas Junaedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *