Kadispar NTT Kecam Aksi Pemandu Wisata Ajak Komodo Berenang di Laut

0
Indonesia-2012-922_feat

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) Marius Ardu Jelamu menyesalkan terjadinya tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh oknum pemandu wisata terhadap komodo. Oknum pemandu wisata tersebut, sengaja memancing hewan yang dilindungi itu untuk berenang ke laut dan mengikuti kapal yang ditumpangi wisatawan asing.

“Dalam video yang kami peroleh, salah satu kapal yang mengangkut sejumlah wisatawan asing di Taman Nasional Komodo sedang melakukan gerakan-gerakan provokasi terhadap komodo. Kami kecam keras aksi itu karena memancing agresivitas komodo dan mengganggu kenyamanan komodo, dan itu tidak boleh,” tutur Marius, Senin 9 April 2018.

Marius mengatakan  sudah menjadi tugas seorang pemandu wisata untuk memberikan kepuasan kepada wisatawan yang didampinginya saat mengunjungi tempat wisata. Namun tugas tersebut harus dengan batasan, bukan justru seenaknya dilakukan seorang pemandu wisata, apalagi sampai menggangu ketenangan hewan yang ada di tempat wisata.

Aksi konyol ini dilakukan si oknum pemandu wisata di Nusa Kode, selatan Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo beberapa waktu lalu

“Daerah Nusa Kode yang letaknya di bagian selatan Pulau Rinca merupakan area yang tertutup untuk publik karena berada di zona inti,” ikar Marius

Aksi ini direkam kedalam sebuah video amatir dan terlihat komodo sedang berenang mengikuti kapal yang ditumpangi si oknum pemandu wisata dan wisatawan asing.

Menurut Marius, komodo adalah hewan reptil yang hidupnya ada di darat. Jika komodo dipaksakan untuk berenang, dikhawatirkan menggangu kesehatan si hewan.

Pemandu wisata, ucap Marius, sudah melanggar aturan itu dan sudah dipanggil pihak Balai Taman Nasional Komodo. Dia juga sudah diberi teguran keras dan membuat pernyataan untuk tidak melakukan hal itu lagi.

Marius mengaku, Menteri Pariwisata juga telah mengirim pesan singkat melalui WhatsApp kepada dirinya dan menyesalkan kejadian itu. Karena itu, lanjut Marius, pihaknya berharap adanya pengawasan ketat dari Balai Taman Nasional Komodo untuk mengawasi semua pergerakan kapal pesiar di wilayah tersebut, termasuk pemandu wisata diawasi atau dikontrol sehingga mereka tidak melakukan hal-hal di luar aturan.

“Apabila melanggar lagi diberikan tindakan tegas, bila perlu dicabut izin sebagai tour guide. Saya mengharapkan tour leader yang berasal dari luar NTT agar mengikuti peraturan yang berlaku dan diawasi ketat supaya tidak terjadi lagi seperti ini,” ucapnya. (Sumber Kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *